ZONAPUBLIS.ID – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta masyarakat yang secara ekonomi tergolong mampu untuk tidak menggunakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Imbauan tersebut disampaikan di tengah perhatian pemerintah terhadap perubahan pola konsumsi BBM, ketika sebagian masyarakat yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi mulai beralih ke BBM bersubsidi. Pemerintah pada saat yang sama terus berupaya memastikan ketersediaan stok BBM subsidi bagi masyarakat yang membutuhkan.
Bahlil secara khusus menyinggung masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi dan kendaraan dengan harga tinggi. Menurut dia, kelompok tersebut sebaiknya menggunakan BBM nonsubsidi sehingga subsidi pemerintah dapat lebih tepat sasaran.
“Saran saya sebagai warga negara Indonesia kepada saudara-saudara saya yang mampu, yang mohon maaf mobilnya pakai BMW, kemudian mobil-mobil yang kelas tinggi, ya mohonlah kita pakai hati juga. Janganlah kita pakai BBM subsidi,” kata Bahlil, dikutip Minggu (20/9/2026).
Ia menegaskan bahwa BBM bersubsidi pada dasarnya ditujukan bagi masyarakat yang memang berhak menerima bantuan dari pemerintah.
“Kalau yang punya gaji cukup, rumah bagus, pakai hati. Ya memang saya harus ngomong begini. Karena saya ini menteri yang pernah makan beras subsidi. Jadi, berikanlah hak rakyat yang punya hak itu punya mereka. Jangan yang mampu yang mengambilnya,” ujarnya.
Persoalan ketepatan sasaran BBM subsidi juga berkaitan dengan rencana pemerintah melakukan penataan distribusi. Pada 16 September 2026, Bahlil menyampaikan bahwa pemerintah sedang memformulasikan aturan pembatasan distribusi BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar agar penyalurannya lebih tepat sasaran.
Meski demikian, Bahlil menyebut perubahan regulasi membutuhkan proses. Karena itu, selain proses penyusunan aturan, pemerintah juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat yang mampu agar tidak menggunakan BBM subsidi.
“Saya akan mempertimbangkan, nanti kita lihat. Tapi kan saya harus ngomongin dulu, kalau regulasi itu butuh proses. Tapi imbauan ini penting,” katanya.
Di sisi lain, pemerintah memastikan kebutuhan BBM bersubsidi tetap disiapkan. Bahlil mengatakan pemerintah akan menjaga ketersediaan stok agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Pernyataan tersebut disampaikan setelah mengikuti Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) di Istana Merdeka, Jakarta, pada 17 September 2026.
“Kami pemerintah akan menyiapkan stok kebutuhan masyarakat, khususnya terkait dengan BBM bersubsidi,” ujar Bahlil.
Dengan demikian, pemerintah saat ini menjalankan dua hal secara bersamaan, yakni memastikan pasokan BBM subsidi tetap tersedia dan mendorong agar penggunaannya semakin tepat sasaran. Bahlil juga mengingatkan masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik untuk menggunakan BBM nonsubsidi sehingga subsidi dapat diberikan kepada kelompok yang menjadi sasaran kebijakan pemerintah. (*)











