Peristiwa

Basarnas Padang Evakuasi Medis ABK Kapal Asing yang Sakit di Perairan Sumbar

×

Basarnas Padang Evakuasi Medis ABK Kapal Asing yang Sakit di Perairan Sumbar

Sebarkan artikel ini
IMG 20251219 WA0026

ZONAPUBLIS – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Padang berhasil melaksanakan operasi evakuasi medis udara (Emergency Medical Evacuation/EMU) terhadap seorang anak buah kapal (ABK) kapal kargo asing MV Besiktas Kazakhstan di perairan Sumatera Barat, Jumat (19/12/2025).

Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, menjelaskan bahwa permintaan evakuasi diterima dari kapten kapal pada Kamis (18/12/2025) sekitar pukul 15.33 WIB.

Informasi tersebut menyebutkan adanya satu orang ABK yang membutuhkan penanganan medis segera saat kapal melintas di perairan barat Sumatera.

“Begitu menerima laporan, kami langsung menyiagakan personel dan sarana. Operasi dilakukan secara terpadu untuk memastikan korban dapat dievakuasi dengan aman dan cepat,” kata Abdul Malik.

Baca Juga  PJJ di Kota Padang Berpotensi Diperpanjang, Kabut Asap Masih Jadi Pertimbangan

Korban diketahui bernama Mamerto Jr. Mangadlao Mongado (51), warga negara Filipina. Saat kejadian, kapal berada sekitar 30 mil laut arah barat dari Pelabuhan Barau Bungus, Kota Padang.

Abdul Malik menjelaskan, tim SAR gabungan berangkat dari Pelabuhan Bungus menggunakan RIB pada Jumat pagi.

Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan awal oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan dan dipastikan tidak terdapat penyakit menular, korban kemudian dievakuasi menggunakan helikopter Basarnas.

“Evakuasi medis udara dilakukan dari kapal menuju Lanud Sutan Sjahrir Padang. Selanjutnya korban langsung dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil Padang untuk mendapatkan perawatan lanjutan,” ujarnya.

Baca Juga  Warga Lapau Munggu Kuranji Butuhkan Air Bersih dan Pakaian, Minta Tanggul Sungai Dibangun Permanen

Helikopter Basarnas dengan nomor registrasi HR-3604 berhasil mendarat kembali di Lanud Sutan Sjahrir sekitar pukul 10.05 WIB.

Seluruh rangkaian operasi berlangsung lancar dengan kondisi cuaca cerah berawan, kecepatan angin sekitar 3 knot, dan tinggi gelombang 0,75 hingga 1 meter.

Dengan berhasilnya proses evakuasi, Abdul Malik menyatakan Operasi SAR resmi ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke instansi masing-masing.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat, mulai dari kru heli, tim SAR laut, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Imigrasi, KSOP, hingga pihak terkait lainnya atas sinergi dan profesionalisme dalam operasi ini,” tutup Abdul Malik.

Baca Juga  Kabut Asap Selimuti Sejumlah Wilayah Padang, BPBD Imbau Warga Waspada

Operasi tersebut melibatkan sejumlah unsur dan peralatan, antara lain RIB Basarnas Padang, helikopter SAR, ambulans, serta peralatan SAR udara, mountaineering, dan komunikasi.