Berita

BNPB: 1.160 Warga Mengungsi Pascagempa M 7,7 di Sangihe, Aktivitas Gempa Susulan Masih Tinggi

×

BNPB: 1.160 Warga Mengungsi Pascagempa M 7,7 di Sangihe, Aktivitas Gempa Susulan Masih Tinggi

Sebarkan artikel ini
8d0f33cf eea7 4755 a11e aefdb66671f2

ZONAPUBLIS – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan pemutakhiran situasi terkini pascagempa tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Senin (8/6/2026). Hingga Selasa (9/6/2026) pukul 18.50 WIB, kondisi di lapangan masih dinamis dengan aktivitas gempa susulan yang cukup tinggi serta bertambahnya data dampak kerusakan dan pengungsian.

Berdasarkan laporan terbaru BNPB, sebanyak 1.160 jiwa terpaksa mengungsi akibat bencana tersebut. Selain itu, tercatat 94 kepala keluarga terdampak langsung oleh gempa yang mengguncang kawasan perbatasan Indonesia dengan Filipina tersebut.

Sebagian besar pengungsi berada di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe. Sementara itu, di Kecamatan Kepulauan Marore masih terdapat warga yang bertahan di lokasi pengungsian, meskipun sebagian masyarakat di wilayah lainnya mulai kembali ke rumah masing-masing setelah situasi dinilai lebih aman.

Baca Juga  Kakanwil Ditjenpas Sumbar Audiensi dengan Kapolda, Perkuat Sinergi Keamanan Pemasyarakatan

Dari sisi kerusakan infrastruktur, BNPB mencatat sebanyak 94 unit rumah mengalami kerusakan. Selain itu, terdapat dua rumah ibadah, dua sekolah, satu rumah dinas guru, serta satu gedung GMIST 76 yang terdampak dan masih dalam proses pendataan lebih lanjut.

Di Kabupaten Kepulauan Sangihe, total kerusakan rumah mencapai 83 unit dengan rincian 54 rumah rusak berat, 21 rumah rusak sedang, dan delapan rumah rusak ringan.

Sementara itu, di Kabupaten Kepulauan Talaud tercatat sebanyak 11 rumah mengalami kerusakan. Gempa juga berdampak pada satu rumah sakit dan satu gudang pelabuhan perintis di wilayah tersebut.

BNPB juga melaporkan aktivitas kegempaan susulan masih berlangsung intensif. Hingga saat ini telah terjadi 60 kali gempa susulan, dengan satu kejadian dirasakan langsung oleh masyarakat. Magnitudo gempa susulan berkisar antara 3,6 hingga 6,7, termasuk 12 kali gempa dengan magnitudo di atas atau sama dengan 5.

Baca Juga  Lapas Perempuan Padang dan Fakultas Vokasi UBRH Teken MoU, Perkuat Edukasi Kesehatan bagi Warga Binaan

Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas sesar masih aktif sehingga pemantauan terus dilakukan oleh pihak berwenang.

Selain di Sangihe, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Kepulauan Talaud, hingga Kota Manado dengan intensitas lemah hingga sedang.

Dalam upaya penanganan darurat, sejumlah kendala masih dihadapi di lapangan. Akses antar pulau di Kepulauan Sangihe yang memerlukan waktu tempuh sekitar 4 hingga 5 jam menjadi tantangan tersendiri dalam distribusi bantuan dan mobilisasi personel. Selain itu, gangguan komunikasi akibat padamnya listrik masih terjadi di beberapa wilayah terdampak.

Baca Juga  Gempa M 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, BNPB Catat Kerusakan Bangunan dan 13 Kali Gempa Susulan

Meski demikian, pemerintah daerah bersama unsur terkait terus melakukan berbagai langkah penanganan, mulai dari evakuasi warga, pendirian tenda pengungsian, distribusi logistik, hingga koordinasi lintas sektor.

BPBD Kabupaten Kepulauan Sangihe juga telah mendirikan tenda pengungsian di RSUD Liunkendage guna mendukung pelayanan bagi warga dan pasien yang terdampak gempa.

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Warga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan atau berpotensi tidak stabil serta selalu mengikuti informasi resmi yang disampaikan oleh BMKG dan BNPB maupun BPBD setempat.

“Masyarakat diharapkan tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya,” demikian imbauan BNPB.