ZONAPUBLIS– Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat perkembangan situasi bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode Jumat (12/6) pukul 07.00 WIB hingga Sabtu (13/6) pukul 07.00 WIB.
Berdasarkan data yang dihimpun, kejadian kekeringan menjadi bencana yang paling dominan pada periode tersebut, disusul kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta banjir.
Di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, kekeringan berdampak pada 518 jiwa yang tersebar di Desa Kedungbenda, Kecamatan Nusawungu, dan Desa Karangkemiri, Kecamatan Jeruklegi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap telah menyalurkan 10.000 liter air bersih kepada warga terdampak serta melakukan koordinasi lintas sektor untuk memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.
Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Sebanyak 372 jiwa di Desa Kutalanggeng, Kecamatan Tegalwaru, terdampak kekeringan. Untuk membantu masyarakat, BPBD Karawang menyalurkan bantuan air bersih menggunakan dua unit mobil tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter.
Sementara itu, di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebanyak 734 jiwa terdampak kekeringan yang melanda Desa Gunung Sari, Kecamatan Citeureup, dan Desa Parakan Muncang, Kecamatan Nanggung. BPBD Kabupaten Bogor terus mendistribusikan air bersih dan mengisi penampungan air warga. Pada Jumat (12/6), sebanyak 5.000 liter air bersih kembali disalurkan ke wilayah terdampak.
Selain kekeringan, BNPB juga melaporkan kejadian kebakaran lahan perkebunan di Desa Alur Cincin, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, pada Jumat (12/6) sore. Kebakaran yang menghanguskan sekitar dua hektare lahan tersebut berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar satu jam setelah BPBD setempat mengerahkan dua unit armada pemadam kebakaran dari Posko 03 dan Posko 04.
Petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan api tidak kembali menyala. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Di Sulawesi Tengah, banjir yang melanda Desa Ongka, Kecamatan Ongka Malino, Kabupaten Parigi Moutong, akibat hujan lebat pada Kamis (11/6), menyebabkan 176 rumah terdampak. Meski banjir sempat surut berdasarkan pemantauan pada Jumat (12/6), hujan kembali mengguyur wilayah tersebut pada malam hari sehingga debit air sungai kembali meningkat.
BPBD setempat mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
BNPB mengingatkan bahwa berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau, sementara sejumlah daerah lainnya masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang.
Karena itu, BNPB menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Warga di daerah rawan kekeringan diimbau menghemat penggunaan air dan memanfaatkan sumber daya air secara bijak. Masyarakat juga diminta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
Sementara bagi warga yang tinggal di kawasan rawan banjir, terutama di sekitar aliran sungai dan wilayah perbukitan, BNPB meminta agar terus memantau perkembangan cuaca dan segera melakukan evakuasi apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu yang lama.
Selain itu, BPBD dan pemerintah daerah diharapkan terus melakukan pemantauan kondisi tanggul, aliran sungai, saluran drainase, serta meningkatkan patroli di wilayah rawan kebakaran guna mengurangi risiko bencana dan mempercepat respons saat keadaan darurat.














