ZONAPUBLIS- Sejumlah warga Desa Jegharangga, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih memilih bertahan di tenda-tenda darurat yang didirikan di halaman rumah mereka setelah gempa bumi magnitudo (M) 7,7 mengguncang Flores.
Selain karena rumah mengalami kerusakan, warga masih diliputi rasa takut dan trauma. Guncangan susulan yang masih terjadi membuat sebagian masyarakat belum berani kembali menempati rumah mereka.
Sebanyak 96 rumah di Desa Jegharangga dilaporkan mengalami kerusakan. Rinciannya, 19 rumah rusak berat, 20 rumah rusak sedang dan 56 rumah rusak ringan.
Di tengah kondisi tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah daerah dan unsur lintas sektor terus memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak. Bantuan yang disalurkan berupa beras, sembako, biskuit, selimut hingga tenda keluarga.
Penyaluran bantuan dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ende, Basarnas, TNI dan relawan. Kehadiran berbagai unsur tersebut tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga membantu membangun kembali rasa aman masyarakat setelah mengalami bencana.
Selain bantuan logistik, warga juga mendapatkan edukasi mitigasi dan kesiapsiagaan dari BPBD bersama TNI dan Basarnas. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai langkah yang harus dilakukan ketika terjadi guncangan, termasuk cara menyelamatkan diri dan memilih lokasi yang lebih aman.
Edukasi tersebut diharapkan membuat masyarakat lebih siap menghadapi gempa susulan sehingga tidak mudah panik ketika kembali merasakan guncangan.
BPBD juga mendirikan tenda prioritas di sejumlah titik untuk kelompok rentan, seperti lanjut usia, ibu hamil, ibu menyusui, balita dan anak-anak. Tenda tersebut menjadi ruang perlindungan sementara bagi warga yang membutuhkan perhatian lebih selama masa tanggap darurat.
Bantuan Menjangkau 21 Kecamatan
Dukungan logistik juga terus diperluas ke berbagai wilayah Kabupaten Ende. Berdasarkan data hingga Jumat (21/8/2026), sebanyak 6.931 kepala keluarga (KK) terdampak gempa telah mendapatkan bantuan logistik yang disalurkan secara bertahap sejak 17 Agustus 2026.
Penyaluran tersebut telah menjangkau 21 kecamatan di Kabupaten Ende.
Pada 17 Agustus, bantuan disalurkan ke Kecamatan Ende Tengah sebanyak 300 paket dan Kecamatan Maukaro sebanyak 250 paket.
Kemudian pada 18 Agustus, distribusi menjangkau Kecamatan Ende Utara sebanyak 400 paket, Ende Timur 240 paket, Kota Ende 600 paket, Detusoko 260 paket, serta Letembusu dan Ndori masing-masing 75 paket.
Distribusi kembali diperluas pada 19 Agustus. Bantuan disalurkan ke Kecamatan Ndona sebanyak 400 paket, Nangapanda 680 paket, Pulau Ende 100 paket, Wolojita 57 paket, Kalimutu 200 paket, Wawaria 400 paket, Leo Timur 230 paket, Ndona Timur 800 paket, Ende Selatan 200 paket, Betukeli 100 paket, Wolowaru 200 paket dan Maurole 195 paket.
Khusus Kecamatan Letembusu, sebanyak 245 paket bantuan didistribusikan secara bertahap pada 18 dan 19 Agustus.
Sementara pada 20 Agustus, penyaluran dilanjutkan ke Kecamatan Kota Baru sebanyak 100 paket.
Distribusi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi serta kebutuhan masyarakat di setiap wilayah agar bantuan dapat menjangkau para penyintas yang membutuhkan.
Bukan Sekadar Bantuan Logistik
Bagi warga Jegharangga, bantuan yang diterima bukan sekadar beras, makanan, selimut maupun tenda. Kehadiran pemerintah dan unsur terkait menjadi pesan bahwa masyarakat tidak menghadapi masa sulit tersebut seorang diri.
Edukasi kesiapsiagaan juga menjadi bekal penting bagi warga agar mampu menghadapi setiap guncangan dengan lebih tenang serta memahami langkah penyelamatan yang tepat.
Penanganan pascabencana akan terus dilakukan secara bertahap melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Basarnas, relawan dan seluruh unsur terkait.
Dari tenda-tenda darurat tempat warga beristirahat hari ini, perlahan diharapkan tumbuh kembali rasa aman dan keyakinan untuk menata kehidupan.
Masyarakat Desa Jegharangga dan seluruh penyintas gempa di Kabupaten Ende diharapkan dapat bangkit bersama, memulihkan kehidupan, serta melangkah menuju hari esok dengan harapan yang lebih kuat.














