BeritaPeristiwa

Gladi Gempa dan Tsunami di Pariaman Libatkan 1.000 Peserta, BPBD Sumbar Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Megathrust

×

Gladi Gempa dan Tsunami di Pariaman Libatkan 1.000 Peserta, BPBD Sumbar Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Megathrust

Sebarkan artikel ini
IMG 20260904 WA0004

ZONAPUBLIS– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) akan melibatkan seluruh unsur pentahelix dalam kegiatan Gladi Bencana Gempa dan Tsunami yang direncanakan digelar di Kota Pariaman pada akhir September 2026.

Kegiatan tersebut diperkirakan melibatkan lebih dari 1.000 peserta. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari siswa, Kelompok Siaga Bencana (KSB), organisasi perangkat daerah (OPD), TNI-Polri, relawan kebencanaan, hingga masyarakat setempat.

“Kita merencanakan pesertanya 1.000 lebih. Jadi kita juga berharap semua pentahelix juga berpartisipasi menyukseskan gladi ini,” kata Kepala Pelaksana BPBD Sumbar, Erasukma Munaf, Jumat (3/9/2026).

Erasukma menjelaskan, Gladi Gempa dan Tsunami tersebut digelar sebagai upaya memperkuat kapasitas masyarakat di Kota Pariaman dalam menghadapi potensi bencana.

Baca Juga  Resmi Jadi ASN, PPPK Paruh Waktu Punya Peluang Gadai SK Pengangkatan

Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di enam wilayah pesisir Sumbar lainnya yang memiliki potensi terdampak gempa dan tsunami.

Menurutnya, simulasi akan dilakukan dengan melibatkan seluruh unsur sesuai peran masing-masing, seolah-olah bencana gempa dan tsunami benar-benar terjadi.

“Semua peran nanti dimainkan seolah-olah bencana itu benar-benar terjadi. Kita memang tidak menginginkan ini terjadi, tapi para ahli memprediksi megathrust ini sudah masuk periodenya melepaskan,” ujarnya.

Ia menegaskan, gempa bumi dan tsunami merupakan bencana yang tidak dapat dicegah maupun dipastikan kapan akan terjadi. Namun, risiko korban jiwa dan dampaknya dapat diminimalkan melalui kesiapsiagaan dan mitigasi yang dilakukan secara berkelanjutan.

Baca Juga  Potensi Geothermal Sumbar Capai 1.651 MW, Mahyeldi Pacu Investasi Energi Bersih

Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui gladi atau simulasi bencana. Dengan simulasi, masyarakat dan seluruh unsur terkait dapat memahami langkah yang harus dilakukan ketika bencana benar-benar terjadi.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sumbar, Rezky Hidayat, mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Sumatera Barat.

Selain itu, gladi digelar sebagai refleksi 17 tahun gempa Padang 2009 serta momentum mengenang 100 tahun Gempa Padang Panjang.

“Dengan adanya kegiatan ini, semua pihak atau kita yang terlibat semakin tahu fungsi, siapa dan apa yang akan dilakukan,” jelas Rezky saat rapat persiapan bersama perwakilan organisasi dan lembaga di Kantor BPBD Sumbar.

Baca Juga  Polres Agam Ringkus Pengedar Sabu di Palembayan, 11 Paket Siap Edar Disita

Ia berharap keterlibatan seluruh unsur pentahelix dalam gladi tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga meningkatkan pemahaman dan kesiapan masing-masing pihak dalam menghadapi potensi bencana gempa dan tsunami.

Dengan demikian, ketika bencana terjadi, proses evakuasi, penyelamatan, pelayanan masyarakat, hingga penanganan pascabencana dapat dilakukan secara lebih cepat dan terkoordinasi.