Berita

Jalan Padang-Solok Tertutup Material Banjir, Korban Dibawa ke SPH Padang

×

Jalan Padang-Solok Tertutup Material Banjir, Korban Dibawa ke SPH Padang

Sebarkan artikel ini
Jalan Padang-Solok Tertutup Material Banjir, Korban Dibawa ke SPH Padang
Material banjir yang menyebabkan jalan Padang-Solok lumpuh

ZONAPUBLIS.ID – Seorang korban banjir bandang atau galodo yang menerjang Kabupaten Solok, Sumatera Barat, harus dibawa ke Kota Padang untuk mendapatkan penanganan medis pada Senin (21/9/2026) malam.

Korban dievakuasi menuju Semen Padang Hospital (SPH) setelah ruas jalan yang menghubungkan Padang dengan Solok tidak dapat dilalui akibat material banjir bandang.

Yandi, sopir ambulans Zakat yang membawa korban, mengatakan kondisi korban membutuhkan penanganan medis segera. Sementara itu, akses menuju RSUD Kabupaten Solok terhambat karena badan jalan tertutup material bencana.

“Satu korban kami antar ke SPH mengingat jalan Padang–Solok putus, sehingga tidak bisa dibawa ke RSUD Kabupaten Solok. Korban dalam kondisi parah dan butuh bantuan medis segera, hal ini juga sudah disetujui oleh pihak keluarga,” ujar Yandi.

Baca Juga  Buntut Materi Mens Rea, Pandji Pragiwaksono Dicecar 63 Pertanyaan di Polda Metro Jaya

Banjir bandang tersebut sebelumnya menerjang kawasan Arosuka, termasuk area kompleks Kantor Bupati Solok dan permukiman warga. Peristiwa terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Air bah yang datang membawa material lumpur dan batang kayu. Material tersebut kemudian masuk ke kawasan permukiman dan area pusat pemerintahan.

Sekretaris BPBD Sumatera Barat, Ilham, membenarkan terjadinya galodo di kawasan tersebut. Menurut dia, sejumlah material masih terlihat di lokasi dan terdapat informasi mengenai jembatan yang mengalami kerusakan.

“Ya, benar. Kondisinya saat ini banyak material lumpur dan kayu-kayu. Kabarnya ada satu jembatan yang putus,” kata Ilham saat dikonfirmasi.

Baca Juga  Ade Rezki Pratama Salurkan Ribuan Paket Sembako untuk Korban Bencana di Sumatera Barat

Menurut keterangan awal BPBD Sumbar, cuaca buruk menjadi salah satu faktor yang memicu bencana. Hujan deras dengan intensitas tinggi disertai angin kencang terjadi di sekitar Arosuka sebelum aliran air meluap.

Debit air sungai yang berada di sekitar kawasan perkantoran kemudian meningkat hingga melimpas dan menerjang wilayah di sekitarnya.

“Untuk pemicu, tadi ada hujan deras dan badai di lokasi. Selepas Isya tadi ada informasi sungai tersebut meluap,” ungkap Ilham.

Selain mengganggu jalur utama Padang-Solok, banjir bandang juga dilaporkan berdampak pada jembatan, rumah warga, serta sejumlah warung yang berada di sekitar aliran sungai.

Tim gabungan dari BPBD Sumbar dan unsur terkait bergerak melakukan penanganan di lokasi. Petugas juga masih melakukan penyisiran serta pendataan untuk mengetahui secara lebih pasti jumlah bangunan dan fasilitas yang terdampak.

Baca Juga  Banjir Bandang Terjang Tapanuli Tengah, 145 Warga Mengungsi

Hingga Senin malam, belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam bencana tersebut.

“Korban jiwa belum ada informasi. Kita dapat info awal itu ada rumah yang terdampak dan warung, untuk detail kondisinya masih ditelusuri,” tutur Ilham.

Penanganan dan pendataan masih berlangsung. Petugas juga memastikan kondisi warga di kawasan yang terdampak serta melakukan langkah evakuasi apabila ditemukan masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

Terputusnya akses Padang-Solok juga menjadi kendala dalam proses penanganan korban, sehingga sebagian warga yang membutuhkan perawatan harus diarahkan ke fasilitas kesehatan di Kota Padang. (*)