ZONAPUBLIS- Jelang Ramadan 1447 Hijriyah, warga Kota Padang memadati pasar tradisional, terutama lapak pedagang daging sapi.
Lonjakan pembeli ini berkaitan dengan tradisi tahunan masyarakat Minangkabau, yakni marandang atau memasak rendang untuk menyambut bulan suci Ramadan.
Ramainya warga membeli daging sapi menjelang memasuki bulan suci ramadan berdampak pada kenaikan harga daging sapi di pasaran, khususnya di Kota Padang.
Kenaikan harga ini sudah menjadi fenomena rutin setiap tahun menjelang bulan puasa.
Salah seorang warga, Rina, mengatakan harga normal daging sapi segar biasanya berada di angka Rp140.000 per kilogram. Namun, menjelang Ramadan tahun ini, harganya naik menjadi Rp160.000 per kilogram.
“Sudah jadi kebiasaan pedagang menaikkan harga daging sapi jelang Ramadan, mungkin karena permintaan banyak. Mau tidak mau tetap dibeli juga, karena rasanya kurang lengkap puasa pertama tanpa rendang,” ujar Rina.
Menurutnya, tradisi marandang H-1 jelang Ramadan sudah menjadi kebiasaan masyarakat setiap tahunnya.
Rendang yang dimasak biasanya disajikan saat sahur pertama atau berbuka puasa di hari pertama Ramadan.
Sementara itu, salah seorang pedagang daging sapi di Kota Padang, Rizal, mengaku mengalami lonjakan penjualan signifikan jelang Ramadan 2026.
“Biasanya dalam sehari hanya terjual 7 sampai 15 kilogram. Tapi jelang Ramadan ini bisa sampai 50 kilogram per hari,” kata Rizal.
Ia menambahkan, kenaikan harga daging sapi tidak hanya dipicu tingginya permintaan masyarakat, tetapi juga karena harga dari pemasok atau pemilik sapi turut mengalami kenaikan.
Tradisi marandang menjelang Ramadan memang menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat Sumatera Barat.
Tingginya permintaan daging sapi setiap H-1 Ramadan pun kerap memicu lonjakan harga di pasar tradisional Kota Padang.














