Berita

Lubuk Begalung Gelar Permainan Tradisional Lawan Dampak Digitalisasi

×

Lubuk Begalung Gelar Permainan Tradisional Lawan Dampak Digitalisasi

Sebarkan artikel ini
permainan tradisional.jpg

ZONAPUBLIS – Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat khususnya di Kecamatan Lubuk Begalung membangun karakter anak didik lewat penyelenggaraan festival permainan tradisional di tengah masifnya arus digitalisasi.

“Kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan sekaligus upaya pelestarian budaya serta pembangunan karakter di tengah derasnya arus digitalisasi yang memengaruhi kehidupan anak-anak,” kata Camat Lubuk Begalung Nofiandi Amir di Kota Padang, Jumat.

Festival permainan tradisional yang dipusatkan di Kampung Seni Palapa, Kelurahan Parak Laweh Pulau Aia Nan XX ini bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi ruang pembelajaran, kebudayaan, sekaligus ruang pembentukan karakter anak sejak dini.

Baca Juga  Rutan Maninjau Lepas Bibit Ikan Nila, Dukung Ketahanan Pangan dan Kemandirian WBP

Nofiandi Amir mengatakan di era digital saat ini anak-anak semakin akrab dengan gawai dan teknologi.

Meski membawa manfaat, penggunaan gawai tanpa pendampingan dan aktivitas penyeimbang dapat menimbulkan ketergantungan, mengurangi interaksi sosial, serta menjauhkan anak dari nilai-nilai kebersamaan dan budaya lokal.

Melalui festival permainan tradisional ini anak-anak diajak untuk kembali bergerak, berinteraksi, bekerja sama, tertawa serta belajar nilai-nilai luhur seperti sportivitas, kejujuran, gotong royong dan saling menghargai.

“Inilah bentuk literasi yang sesungguhnya yaitu literasi budaya, literasi sosial, dan literasi karakter,” ujarnya.

Menurut dia, permainan tradisional merupakan warisan budaya yang sarat makna. Selain melatih fisik, permainan ini juga mengajarkan anak untuk berpikir, berempati, berkomunikasi serta mencintai identitas bangsanya sendiri.

Baca Juga  Rata dengan Tanah Dihantam Banjir, Siswa SDN 49 Padang Terpaksa Numpang Ujian

Ia menilai festival permainan anak tradisional sangat relevan untuk mengisi waktu libur anak agar lebih bermakna, sehat dan membangun.

Pemerintah setempat berharap aneka permainan tradisional dapat terus berlanjut, dikembangkan serta menjadi inspirasi bagi kampung-kampung lainnya di Kota Padang.

Ia menambahkan Pemerintah Kecamatan Lubuk Begalung terus berkomitmen dan mendukung gerakan-gerakan positif yang mendorong tumbuh kembang anak secara holistik, dan seimbang antara teknologi, budaya serta nilai kemanusiaan.

“Kami berupaya menjadikan anak-anak yang sehat, cerdas, berkarakter dan mencintai budayanya,” kata dia.

Baca Juga  Kapolresta Padang Tinjau Dapur Umum dan Posko Tanggap Darurat di Sungai Lareh Lubuk Minturun

Festival ini melombakan sejumlah permainan tradisional di antaranya congkak, kampar batu, lomba kuaci, galah, serta kelereng lobang yang diikuti oleh 40 peserta.

Sementara itu, Icha salah seorang orang tua anak di Kota Padang menyambut baik festival permainan tradisional yang diadakan oleh pemerintah setempat. Kegiatan ini dinilai dapat mendorong rasa cinta anak terhadap budayanya.

“Sebagai orang tua saya berharap kegiatan serupa bisa dilaksanakan secara berkesinambungan agar anak-anak mengetahui akar budayanya sejak dini,” ujarnya. (*)