Berita

Mengenal Perbedaan Layanan Kereta Api di Sumatra, dari Aceh hingga Lampung

×

Mengenal Perbedaan Layanan Kereta Api di Sumatra, dari Aceh hingga Lampung

Sebarkan artikel ini
Kereta api menjadi salah satu moda transportasi penting di Pulau Sumatra.
Kereta api Minangkabau Ekspres berhenti di Stasiun Pulau Aie. Foto: Dok, Wikipedia

ZONAPUBLIS.ID – Kereta api menjadi salah satu moda transportasi penting di Pulau Sumatra. Namun, bentuk layanan yang tersedia tidak sama di setiap provinsi. Ada kereta yang melayani perjalanan harian masyarakat, kereta antarkota dengan jarak tempuh lebih jauh, hingga layanan yang dirancang untuk menghubungkan kawasan perkotaan dengan bandara.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengelola operasional perkeretaapian di Sumatra melalui beberapa wilayah kerja, yakni Divisi Regional (Divre) I Sumatra Utara, Divre II Sumatra Barat, Divre III Palembang, Divre IV Tanjungkarang, serta Subdivre Regional Aceh.

Perbedaan karakter layanan tersebut tidak terlepas dari kondisi wilayah, kebutuhan mobilitas penduduk, serta fungsi masing-masing jalur. Berikut gambaran layanan kereta api di sejumlah wilayah Sumatra.

Sumatra Utara, Kereta Penghubung Medan dan Sejumlah Kota

Sumatra Utara mempunyai jaringan layanan kereta yang cukup beragam. Sebagian besar perjalanan menghubungkan Medan dengan berbagai kota di kawasan timur provinsi tersebut.

Beberapa layanan yang beroperasi antara lain KA Sribilah Utama dan Sribilah Fakultatif dengan rute Medan–Rantauprapat. Ada pula KA Putri Deli yang melayani perjalanan Medan–Tanjungbalai serta KA Siantar Ekspres dengan rute Medan–Pematangsiantar.

Pada Semester I 2026, ketiga layanan tersebut menyumbang sekitar 96,5 persen dari keseluruhan pelanggan Divre I Sumatra Utara.

Selain perjalanan antarkota dan lokal, tersedia pula KA Srilelawangsa. Kereta ini melayani rute Medan–Kualanamu dan Medan–Kuala Bingai. Salah satu perannya adalah membantu mobilitas masyarakat yang membutuhkan akses menuju Bandara Kualanamu.

Baca Juga  Berkah Ramadan, KAI Divre II Sumbar Salurkan TJSL Rp250 Juta untuk Pembangunan Masjid Al Mursydin Pasaman

Pengembangan konektivitas di wilayah utara Sumatra juga masih menjadi perhatian. KAI mendukung kajian jaringan kereta api yang menghubungkan Sumatra Utara dengan Aceh. Meski demikian, rencana tersebut masih berada dalam tahap kajian sehingga belum terdapat keputusan mengenai pembangunan maupun jadwal pengoperasiannya.

Sumatra Barat, Salah Satunya Terhubung dengan Bandara

Sumatra Barat memiliki karakter layanan yang cukup khas karena terdapat kereta yang secara khusus mendukung perjalanan menuju dan dari Bandara Internasional Minangkabau.

KA Minangkabau Ekspres melayani perjalanan dari Stasiun Pulau Aie di Kota Padang menuju Bandara Internasional Minangkabau. Kehadiran layanan ini memberikan pilihan transportasi bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan dari pusat Kota Padang ke kawasan bandara maupun sebaliknya.

Selain Minangkabau Ekspres, terdapat KA Lembah Anai dan KA Pariaman Ekspres. Kedua layanan tersebut turut menopang mobilitas masyarakat di wilayah Padang, Padang Pariaman, dan daerah sekitarnya.

Dengan karakter tersebut, kereta api di Sumatra Barat tidak hanya berfungsi sebagai angkutan antarkota, tetapi juga mendukung perjalanan masyarakat menuju salah satu simpul transportasi udara utama di provinsi tersebut.

Sumatra Selatan, Jaringan Panjang hingga Lubuklinggau

Jaringan perkeretaapian di Sumatra Selatan memiliki cakupan perjalanan regional yang menghubungkan Palembang dengan sejumlah wilayah lainnya.

Salah satu layanan yang memiliki rute cukup panjang adalah KA Sindang Marga dengan relasi Kertapati–Lubuklinggau. Rute yang sama juga dilayani KA Bukit Serelo. Kedua layanan tersebut tercatat sebagai bagian dari layanan dengan relasi perjalanan terpanjang di Pulau Sumatra.

Baca Juga  Rekor Terbesar Sepanjang Sejarah! Sumbar Terima Rp18,9 Triliun dari Pusat untuk Pulihkan Infrastruktur

Peran kereta api di Sumatra Selatan juga berkaitan erat dengan aktivitas masyarakat. Stasiun-stasiun di wilayah ini berada di kawasan yang berhubungan dengan pusat pemerintahan, perdagangan, pendidikan, industri, pertambangan, hingga permukiman.

Karakter layanan di Sumatra Selatan semakin beragam dengan hadirnya LRT Sumatra Selatan. Berbeda dengan kereta antarkota, LRT berfungsi sebagai transportasi perkotaan dan salah satu rutenya menghubungkan kawasan Kota Palembang dengan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II.

Lampung, Jalur yang Menghubungkan Dua Provinsi

Perkeretaapian di Lampung berada di bawah wilayah operasional Divre IV Tanjungkarang. Layanannya tidak hanya melayani perjalanan di dalam Lampung, tetapi juga menghubungkan provinsi tersebut dengan wilayah Sumatra Selatan.

Salah satu layanan yang dikenal adalah KA Rajabasa dengan rute Tanjungkarang–Kertapati. Rute ini membuat perjalanan menggunakan kereta api dapat menjadi penghubung antara Lampung dan Palembang.

Selain itu, terdapat KA Kuala Stabas yang melayani perjalanan Tanjungkarang–Baturaja. Jalur tersebut memiliki panjang sekitar 215 kilometer dan menghubungkan Lampung dengan Kabupaten Ogan Komering Ulu di Sumatra Selatan.

Karakter tersebut membuat jaringan kereta api Lampung memiliki fungsi penting sebagai bagian dari konektivitas transportasi lintas provinsi di bagian selatan Pulau Sumatra.

Aceh, Jaringan yang Masih Lebih Terbatas

Kondisi perkeretaapian di Aceh berbeda dibandingkan beberapa wilayah Sumatra lainnya. Saat ini cakupan layanan kereta api di provinsi tersebut masih relatif terbatas.

Baca Juga  Babinsa Koramil 05/Lubuk Alung Bantu Evakuasi Mayat Diduga Korban Banjir Bandang

Dalam struktur pengelolaan KAI, Aceh berada dalam Subdivre Regional. Salah satu layanan yang terdapat di wilayah ini adalah KA Cut Meutia.

Sementara itu, rencana pengembangan konektivitas kereta api yang menghubungkan Aceh dengan Sumatra Utara masih berada dalam tahap kajian. KAI menyatakan siap memberikan dukungan berupa data operasional, kebutuhan sarana, serta proyeksi pelayanan apabila pengembangan jaringan tersebut nantinya mendapat keputusan untuk dilaksanakan.

Mengapa Layanan Kereta Api di Sumatra Berbeda?

Perbedaan layanan kereta api di Sumatra pada dasarnya mengikuti kebutuhan transportasi masing-masing wilayah.

Di Sumatra Utara, misalnya, layanan banyak berpusat pada perjalanan dari Medan menuju kota-kota seperti Rantauprapat, Tanjungbalai, dan Pematangsiantar. Sumatra Barat memiliki layanan yang menghubungkan sejumlah kawasan sekaligus menyediakan akses langsung menuju Bandara Internasional Minangkabau.

Sumatra Selatan mempunyai jaringan antarkota dengan jangkauan hingga Lubuklinggau serta LRT yang berfungsi sebagai transportasi perkotaan di Palembang. Sementara itu, Lampung memiliki jalur yang menghubungkannya dengan sejumlah wilayah di Sumatra Selatan.

Adapun Aceh saat ini masih mempunyai cakupan layanan yang lebih terbatas, sedangkan rencana konektivitas dengan Sumatra Utara masih dikaji.

Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa kereta api di Sumatra tidak memiliki satu pola layanan yang seragam. Setiap jalur berkembang berdasarkan karakter wilayah dan kebutuhan masyarakat, mulai dari perjalanan rutin sehari-hari, mobilitas antarkota, koneksi menuju bandara, sampai transportasi perkotaan. (zp/r)