Berita

Menteri PU Sebut Pemulihan Pascabencana Sumatera Butuh hingga Tiga Tahun

×

Menteri PU Sebut Pemulihan Pascabencana Sumatera Butuh hingga Tiga Tahun

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2026 01 16 at 6.36.50 PM e1768613943634
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, (Foto: ANTARA/Bayu Saputra)

ZONAPUBLIS – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menilai pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh memerlukan waktu cukup panjang, yakni sekitar dua hingga tiga tahun.

Menurutnya, ketiga provinsi tersebut diperkirakan dapat pulih paling cepat dalam kurun dua tahun. Namun secara realistis, pemerintah menyiapkan rencana pemulihan hingga tiga tahun ke depan.

“Paling cepat dua tahun. Itu paling cepat. Tapi di dalam proposal rencana kita ke Bappenas, kita bikin tiga tahun,” ujar Dody saat menyampaikan taklimat media terkait perkembangan penanganan bencana di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat.

Baca Juga  Mahyeldi Paparkan Percepatan Perencanaan Pascabencana, Sumbar Butuh Dukungan Rp21,4 Triliun dari Pusat

Dody menjelaskan, durasi pemulihan dipengaruhi oleh banyaknya infrastruktur yang terdampak, mulai dari jalan dan jembatan hingga sektor sumber daya air. Sejumlah pekerjaan fisik, kata dia, membutuhkan waktu lebih lama dan tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat.

Ia mencontohkan pembangunan sabo dam dan cekdam yang harus dilakukan secara bertahap, penanganan ruas Tarutung–Sibolga yang memakan waktu, serta pemulihan Jalan Tol Lembah Anai yang diperkirakan berlangsung selama satu hingga dua tahun.

“Ada beberapa pekerjaan fisik yang memang tidak bisa cepat selesai,” katanya.

Saat ini, prioritas utama pemerintah adalah memastikan masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas normal dengan membuka akses wilayah yang sebelumnya terisolasi akibat bencana.

Baca Juga  500 Bibit Tanaman Disalurkan Mahasiswa KKN Unand untuk Hijaukan Nagari Mungo

“Pokoknya desa tidak boleh terisolir. Itu dulu yang saya kejar,” ujar Dody.

Seiring dengan selesainya perbaikan jalan dan jembatan nasional, ia memastikan tidak ada lagi kabupaten maupun kota yang terputus aksesnya. Hal tersebut disampaikan berdasarkan pembaruan kondisi pada hari ke-52 pascabencana.

Ia juga menyebut seluruh jalan dan jembatan nasional yang terdampak telah kembali berfungsi secara fungsional. Tercatat sebanyak 99 ruas jalan nasional dan 33 jembatan nasional sempat terputus, namun kini seluruhnya sudah dapat dilalui meskipun sebagian masih bersifat sementara.

Baca Juga  Hadiri Rakor Satgas Nasional, Gubernur Mahyeldi Laporkan Kondisi Terkini Pascabencana Sumbar

Meski demikian, tantangan terbesar masih terjadi pada infrastruktur di tingkat daerah.

“Saat ini kita fokus ke kecamatan dan desa karena masih ada hampir 2.000-an jalan dan jembatan daerah yang putus,” ujarnya.

Secara keseluruhan, infrastruktur daerah yang terdampak bencana mencapai 2.710 unit, terdiri dari sekitar 1.900 ruas jalan daerah dan 753 jembatan daerah.

Hingga saat ini, jalan daerah yang telah kembali berfungsi secara fungsional diperkirakan mencapai 72 persen. Sementara itu, penanganan jembatan daerah masih sangat terbatas, baru sekitar 12 persen yang tertangani. (*)