ZONAPUBLIS – Kesadaran masyarakat Sumatera Barat terhadap investasi pasar modal menunjukkan tren positif yang signifikan sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan data terbaru, jutaan warga dari berbagai kalangan tercatat aktif mengikuti berbagai program edukasi yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (KP BEI) Sumatera Barat dan jaringan Galeri Investasi di wilayah tersebut.
Sepanjang tahun 2025, KP BEI Sumbar sukses menggelar 344 kegiatan edukasi, sementara Galeri Investasi (GI) BEI yang tersebar di berbagai titik di Sumbar berkontribusi masif dengan total 3.974 kegiatan.
Program literasi keuangan ini dilaksanakan melalui berbagai kanal media, mulai dari seminar tatap muka, kuliah umum, webinar, hingga pemanfaatan platform digital seperti Instagram Live dan konten media sosial.
Data partisipasi peserta menunjukkan angka yang impresif yakni 29.483 peserta mengikuti Sekolah Pasar Modal (SPM) dan 1.622.161 peserta mengikuti kegiatan edukasi non-SPM (literasi digital dan sosialisasi umum).
“Tujuannya jelas, kami ingin isu keuangan tidak lagi menjadi hal yang tabu atau eksklusif. Hal-hal yang dulunya dianggap rumit kini dikemas agar lebih menarik dan mudah dipahami oleh masyarakat umum,” ungkap Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumatera Barat, Early Saputra, Sabtu (10/1/2026).
Selain peningkatan jumlah investor, geliat sosialisasi juga didorong oleh penguatan program Duta Pasar Modal (DPM). Saat ini, terdapat 97 mahasiswa yang tengah menjalani program edukasi DPM intensif untuk mengasah kompetensi dasar pasar modal, kepemimpinan, hingga manajemen media sosial.
Selain itu, sudah ada 114 mahasiswa DPM yang aktif bergerak di lapangan. Mereka secara konsisten membagikan pemahaman investasi melalui konten edukatif di media sosial maupun pertemuan tatap muka langsung dengan masyarakat.
Program DPM ini tidak hanya berfungsi sebagai perpanjangan tangan edukasi, tetapi juga diproyeksikan menjadi “saringan awal” bagi talenta muda yang ingin meniti karier profesional di industri keuangan tanah air.
Dengan masifnya gerakan ini, inklusi keuangan di Sumatera Barat diharapkan terus meningkat dan menjadi fondasi ekonomi masyarakat yang lebih kuat.














