Berita

Operasi SAR Warga Hilang di Hutan Unand Dihentikan Setelah 2 Hari Pencarian Maksimal

×

Operasi SAR Warga Hilang di Hutan Unand Dihentikan Setelah 2 Hari Pencarian Maksimal

Sebarkan artikel ini
205321c4 1472 4c30 9bf8 63ad48e9ee7e

ZONAPUBLIS – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang resmi menutup operasi pencarian terhadap seorang warga bernama Afriyanto (42) yang dilaporkan hilang di kawasan Hutan Pendidikan dan Penelitian Biologi Universitas Andalas (Unand), Kecamatan Pauh, Kota Padang, Selasa (28/7/2026).

Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, menjelaskan bahwa penutupan operasi SAR ini diputuskan setelah pencarian hari kedua pada Selasa (28/7) hingga pukul 17.45 WIB masih memberikan hasil nihil.

“Operasi SAR telah dilaksanakan secara maksimal oleh tim gabungan. Namun, mengingat korban telah hilang sejak 21 Juli dan pencarian mandiri oleh keluarga bersama warga sebelumnya juga belum membuahkan hasil, serta tidak ditemukannya tanda-tanda keberadaan korban di lapangan, operasi ini kami nilai sudah tidak efektif lagi,” ujar Abdul Malik.

Baca Juga  Remaja 14 Tahun Hilang Terseret Ombak di Pantai Muaro Putuih Agam, Tim SAR Dikerahkan

Ia menambahkan, keputusan penghentian operasi pencarian ini telah disepakati bersama pihak keluarga korban dan unsur SAR gabungan yang terlibat. Kendati demikian, Abdul Malik menegaskan bahwa operasi SAR dapat dibuka kembali apabila di kemudian hari ditemukan petunjuk atau tanda-tanda valid terkait keberadaan korban.

Sebelumnya, korban atas nama Afriyanto yang merupakan warga RT 003 RW 005, Kelurahan Cupak Tangah, Kecamatan Pauh, terakhir kali terlihat di kawasan hutan tersebut pada Selasa, 21 Juli 2026, sekitar pukul 11.00 WIB.

Baca Juga  Warga Temukan Jasad Pria Terapung di Danau Singkarak

Korban dilaporkan tidak kunjung kembali dan tidak dapat dihubungi, hingga akhirnya keluarga melalui Ketua KSB Kecamatan Pauh melaporkan kejadian ini ke Kantor SAR Padang pada Senin (27/7).

Pada pelaksanaan operasi hari kedua, Selasa (28/7), tim SAR gabungan yang dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) telah menyisir area seluas kurang lebih 3 kilometer persegi menggunakan metode penyisiran Tipe I dan Tipe III. Pencarian juga didukung oleh penggunaan perangkat drone thermal, peralatan mountaineering, komunikasi, serta medis.

Pencarian melibatkan unsur gabungan yang terdiri dari Kantor SAR Padang, Polsek Pauh, BPBD Kota Padang, KSB Pauh, Ideru, Rumah Zakat, Mapala Unand, serta perangkat kelurahan setempat.

Baca Juga  Lansia di Pasaman Barat Hilang Diterkam Buaya Saat Mencari Lokan

“Seluruh unsur yang terlibat telah dikembalikan ke kesatuan masing-masing setelah pelaksanaan debriefing pada pukul 18.00 WIB. Kami menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas sinergi seluruh unsur SAR gabungan yang telah berupaya semaksimal mungkin,” ujar Abdul Malik.