ZONAPUBLIS – Banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat berdampak pada puluhan objek cagar budaya yang tersebar di beberapa kabupaten dan kota.
Kementerian Kebudayaan mencatat sedikitnya 89 titik cagar budaya terdampak bencana alam tersebut, dengan tingkat kerusakan yang umumnya tergolong ringan.
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menyampaikan bahwa sebagian besar cagar budaya yang terdampak hanya mengalami gangguan berupa timbunan lumpur, tanah, serta genangan air akibat luapan sungai dan curah hujan tinggi.
“Secara umum dampaknya tidak berat. Mayoritas hanya tertutup lumpur atau tanah, dan jumlahnya juga tidak terlalu banyak,” ujar Fadli Zon saat meninjau wilayah terdampak banjir di Kota Padang, Rabu (24/12/2025).
Ia menyebutkan, objek cagar budaya yang terdampak meliputi makam-makam bersejarah serta bangunan bernilai historis yang berada di kawasan permukiman dan aliran sungai.
Salah satunya adalah Rumah Rasuna Said di Kabupaten Agam yang turut terendam banjir dan telah masuk dalam pendataan Kementerian Kebudayaan untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
Menurut Fadli, pemerintah pusat berkomitmen memastikan proses pembersihan dan pemulihan cagar budaya dilakukan sesuai kaidah pelestarian, agar tidak merusak nilai sejarah dan keaslian bangunan.
“Kita akan bantu penanganannya. Prinsipnya, pemulihan dilakukan tanpa menghilangkan nilai cagar budayanya,” katanya.
Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah III, Nurmatias, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan inventarisasi awal terhadap objek-objek cagar budaya yang terdampak bencana.
Langkah tersebut dilakukan untuk menentukan skala prioritas penanganan dan metode pemulihan yang tepat.
Ia menegaskan, meski kerusakan yang terjadi relatif ringan, setiap objek tetap membutuhkan perlakuan khusus karena memiliki karakteristik dan nilai sejarah yang berbeda.
Nurmatias menambahkan, proses pemulihan cagar budaya pascabanjir akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan pemerintah daerah dan instansi terkait, guna memastikan warisan sejarah di Sumatera Barat tetap terjaga.







