Berita

Puluhan Dokter Spesialis di RSUD Pasaman Barat Hentikan Pelayanan, AMPB Soroti Tanggung Jawab Pemda

×

Puluhan Dokter Spesialis di RSUD Pasaman Barat Hentikan Pelayanan, AMPB Soroti Tanggung Jawab Pemda

Sebarkan artikel ini
IMG 20260603 160704 800x555 1
Aliansi Mahasiswa Pasaman Barat (AMPB).

Zonapublis – Aktivitas pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasaman Barat mengalami gangguan setelah 24 dokter spesialis dilaporkan menghentikan pelayanan pada Rabu (3/6/2026).

Langkah tersebut disebut berkaitan dengan belum dibayarkannya insentif yang menjadi hak para tenaga medis.

Situasi ini memicu perhatian berbagai pihak, termasuk Aliansi Mahasiswa Pasaman Barat (AMPB). Organisasi tersebut menilai persoalan yang terjadi tidak hanya berdampak pada tenaga kesehatan, tetapi juga mengancam akses masyarakat terhadap layanan medis yang memadai.

Koordinator AMPB, Ridho Kurnia, mengatakan bahwa terhambatnya pelayanan dokter spesialis menunjukkan adanya persoalan mendasar yang perlu segera ditangani oleh pemerintah daerah.

Baca Juga  Polisi Tangkap Pelaku Persetubuhan Anak di Bawah Umur di Dharmasraya

“Ketika hak tenaga kesehatan tidak dipenuhi hingga mengganggu pelayanan publik, maka ini menunjukkan adanya kegagalan dalam sistem yang harus segera dibenahi,” ujarnya.

Menurut informasi yang beredar, sejumlah pasien yang datang untuk berobat tidak dapat memperoleh layanan dari dokter spesialis. Kondisi tersebut membuat sebagian pasien harus menunda pemeriksaan atau pulang tanpa mendapatkan penanganan yang dibutuhkan.

AMPB menilai masyarakat menjadi pihak yang paling terdampak dalam persoalan ini. Sebab, pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang seharusnya tetap berjalan dan dijamin oleh pemerintah.

Baca Juga  Pemprov Sumbar Tegaskan Pengecekan STNK di SPBU Hanya untuk Kendaraan yang Dicurigai

Karena itu, AMPB mendesak Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat bersama Dinas Kesehatan untuk segera mengambil langkah konkret dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

Selain menyelesaikan kewajiban pembayaran insentif, pemerintah juga diminta membangun komunikasi yang baik dengan para dokter guna mencari solusi yang dapat diterima semua pihak.

Aliansi mahasiswa itu juga meminta pemerintah daerah menyampaikan perkembangan penyelesaian masalah secara terbuka kepada masyarakat agar tidak menimbulkan spekulasi dan keresahan publik.

Menurut AMPB, apabila persoalan ini tidak segera dituntaskan, maka gangguan pelayanan kesehatan berpotensi berlangsung lebih lama dan berdampak semakin luas terhadap masyarakat yang membutuhkan layanan medis di RSUD Pasaman Barat. (*)

Baca Juga  Pemuda di Padang Ditangkap Tim Klewang, Diduga Curi Motor di Kuranji