Ekonomi

Ribuan Peziarah Padati Makam Syekh Burhanuddin, Ekonomi Pedagang Meningkat

×

Ribuan Peziarah Padati Makam Syekh Burhanuddin, Ekonomi Pedagang Meningkat

Sebarkan artikel ini
35a4fb7d d878 46b1 b250 32e4e605e4b9

ZONAPUBLIS – Menjelang masuknya bulan suci Ramadan, suasana di sekitar Masjid Agung Syekh Burhanuddin, Nagari Ulakan, Kabupaten Padang Pariaman, tampak semarak pada Kamis, 29 Januari 2026.

Ratusan hingga ribuan peziarah memadati kawasan ini untuk mengikuti tradisi “menilik bulan” (menentukan awal puasa) sekaligus berziarah ke makam ulama besar tersebut.

Fenomena religi tahunan ini membawa dampak untuk perekonomian pedagang lokal di wilayah Ulakan dan bahkan ada yang sengaja datang untuk berjualan di area masjid.

Kehadiran peziarah yang datang dalam rombongan lintas provinsi seperti Medan, Jambi, Bengkulu dan Pekanbaru, hingga mancanegara seperti Malaysia menjadi sumber rezeki bagi warga sekitar yang berjualan.

Baca Juga  Kerugian Penipuan Pinjol dan Investasi Bodong Tembus Rp8,2 Triliun

Salah seorang pedagang setempat, Sri, mengungkapkan bahwa momen ini sangat membantu kelangsungan ekonomi mereka.

Menurutnya, pendapatan saat hari-hari besar keagamaan seperti ini jauh lebih meningkat dibandingkan hari biasa.

“Jika pada hari biasa kami hanya mengandalkan pembeli lokal atau pengunjung sore, saat tradisi menilik bulan, barang dagangan lebih cepat habis,” ujarnya.

Di sepanjang koridor jalan menuju masjid dan makam, terlihat berbagai lapak kuliner dan cendramata yang ramai dikunjungi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kuliner khas seperti sala lauak menjadi salah satu Favorit yang dijajakan oleh para pedagang di bawah tenda-tenda. Selain makanan, kebutuhan logistik peziarah seperti air mineral kemasan juga tampak laku keras.

Baca Juga  Pariaman Tuan Rumah Kejurnas Sepatu Roda, Siap Bidik Ajang Olahraga Negara Serumpun

Ibu Yarni, pedagang sate keliling dengan becak juga menambahkan bahwa meskipun ramai, jumlah pengunjung tahun ini dirasa sedikit menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Mungkin karena adanya kendala cuaca, terutama banjir yang sempat melanda beberapa wilayah, sehingga menghambat keberangkatan rombongan peziarah menuju kesini,” tambahnya.

Tradisi ziarah di Masjid Agung Syekh Burhanuddin tetap menjadi pilar ekonomi penting bagi masyarakat Nagari Ulakan. Meski menghadapi tantangan alam berupa cuaca ekstrem, aktivitas religi ini terbukti mampu menjaga roda ekonomi masyarakat tetap berputar.

Baca Juga  Telkomsel Liga Sang Juara Hadir Kembali di Kota Padang, Perkuat Kolaborasi dan Digitalisasi Sektor Pendidikan

Peningkatan aktivitas ekonomi ini diharapkan tidak hanya bersifat musiman, tetapi juga mampu memberikan dampak kesejahteraan jangka panjang bagi para pedagang kecil dan UMKM di kawasan tersebut.