ZONAPUBLIS – Memasuki hari ke-8 Ramadan 1447 H, suasana Kota Pariaman mulai bersolek dengan hiruk-pikuk khas menjelang berbuka.
Kota yang tersohor dengan pesona pantainya ini bertransformasi menjadi surga bagi para pemburu kuliner.
Aktivitas ngabuburit warga pun tak lengkap rasanya tanpa menyambangi deretan penjual makanan tradisional yang menggugah selera.
Ikon kuliner Pariaman, Sala Bulek, tetap menjadi primadona yang tak tergoyahkan. Teksturnya yang renyah di luar namun lembut di dalam menjadikannya menu wajib di atas meja berbuka.
Tak hanya itu, beragam minuman segar dan kudapan autentik Minang lainnya siap memanjakan lidah setelah seharian berpuasa.
Bagi Anda yang sedang berada di Kota Tabuik, berikut adalah tiga lokasi utama berburu takjil yang wajib dikunjungi:
1. Pasar Pabukoan Balai Kurai Taji
Pasar ini merupakan salah satu pusat kuliner paling legendaris di Pariaman. Di sini, pengunjung dapat menemukan aneka lauk-pauk matang, kolak, hingga kue-kue tradisional khas Minang dengan harga yang sangat terjangkau.
Keberkahan Ramadan pun sangat dirasakan oleh para pedagang di sini. Anis, seorang penjual es buah dan es cincau, mengaku dagangannya selalu ludes terjual.
“Pendapatan per hari bisa mencapai Rp1 juta hingga Rp1,5 juta. Alhamdulillah, ini sangat membantu memenuhi kebutuhan keluarga menjelang hari raya nanti,” ujarnya.
2. Jalur Kuliner Strategis
Sepanjang jalur yang meliputi depan RSUD Pariaman, Simpang Kampung Baru, hingga depan SMAN 1 Pariaman menuju Simpang Taratak, mata pengunjung akan dimanjakan dengan deretan tenda pedagang yang tertata rapi.
Kawasan ini menawarkan variasi takjil yang sangat kontemporer. Mulai dari menu tradisional seperti Kerupuk Kuah Sate, Bubur Campur, dan Gorengan, hingga kuliner modern seperti Dimsum, Pizza, dan Ayam D-Besto.
Bagi pencinta kopi, tersedia pula gerobak kopi pinggir jalan yang menyajikan racikan segar untuk melepas dahaga.
3. Jantung Kota, Pasar Raya Menuju Plaza Pariaman
Sebagai pusat aktivitas kota, kawasan dari depan Pasar Raya hingga ke arah Simpang Tabuik menawarkan pengalaman berburu takjil yang lebih hidup.
Di sini, interaksi hangat antara penjual dan pembeli menciptakan suasana khas Pariaman yang kental.
Selain camilan ringan seperti Ondeh-ondeh, Godok Batinta, dan Lapek Bugih, Anda juga bisa membawa pulang menu berbuka yang lebih “berat” seperti Gulai Ikan atau Sate Pariaman yang bumbunya dikenal nendang.
Keamanan dan Kenyamanan Terjaga
Demi menjamin kenyamanan warga, pengamanan ketat pun diberlakukan di titik-titik keramaian tersebut.
Kolaborasi antara kepolisian, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta pemuda setempat dilakukan untuk mengurai potensi kemacetan.
“Kami bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi kemacetan dan menjaga ketertiban di lokasi,” pungkas Reza, Ketua Pemuda Desa Balai Kurai Taji.
Dengan kekayaan rasa kuliner tradisionalnya, Pariaman tidak hanya menawarkan rasa kenyang, tetapi juga menyajikan pengalaman budaya melalui setiap gigitannya. (*)














