Ekonomi

Tangguh Hadapi Tekanan Ekonomi, Aset Bank Nagari Tembus Rp33,61 Triliun di Tahun 2025

×

Tangguh Hadapi Tekanan Ekonomi, Aset Bank Nagari Tembus Rp33,61 Triliun di Tahun 2025

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2026 02 02 at 20.26.57.jpeg

ZONAPUBLIS – PT Bank Nagari membuktikan ketangguhannya di tengah situasi ekonomi global dan nasional yang menantang.

Berdasarkan laporan kinerja tahun buku 2025 (Un-Audited), bank kebanggaan masyarakat Sumatera Barat ini berhasil membukukan total aset sebesar Rp33,61 triliun, atau tumbuh sebesar 1,97 persen dibandingkan posisi Desember 2024.

Pencapaian tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, dalam konferensi pers kinerja tahun 2025 yang digelar di Kantor Pusat Bank Nagari, Jalan Pemuda, Padang.

Navigasi di Tengah Perlambatan Ekonomi Gusti Candra menjelaskan bahwa pertumbuhan aset ini diraih di tengah tekanan daya beli masyarakat dan perlambatan ekonomi sepanjang tahun 2025.

Baca Juga  KAI Divre II Sumbar Sediakan 46.752 Tempat Duduk Selama Libur Idul Adha 1447 H

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit dan pembiayaan tercatat sebesar Rp25,27 triliun, sedikit terkoreksi 1,10 persen secara tahunan (year-on-year).

“Kondisi ini dipengaruhi oleh permintaan kredit yang belum optimal, seiring dengan dinamika pertumbuhan ekonomi tahun 2025. Namun, kepercayaan masyarakat tetap terjaga, terlihat dari Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun sebesar Rp26,84 triliun, tetap tumbuh positif 0,58 persen,” ujar Gusti.

Terkait laba bersih, Bank Nagari mencatatkan angka Rp493,74 miliar. Meskipun terkontraksi 8,24 persen dibandingkan tahun sebelumnya akibat belum tumbuhnya sumber pendapatan utama di sektor kredit, bank tetap mampu menjaga stabilitas operasionalnya.

Baca Juga  HUT ke-64, Bank Nagari dan PWI Sumbar Gelar Lomba Jurnalistik Feature

Bisnis Syariah Menjadi Primadona Di saat sektor konvensional menghadapi tantangan, Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Nagari justru mencatatkan performa gemilang.

Aset Syariah melonjak tajam mencapai Rp6,49 triliun atau tumbuh 6,28 persen.

Pertumbuhan signifikan terlihat pada sektor pembiayaan Syariah yang melesat menjadi Rp4,63 triliun (tumbuh 14,66 persen), serta DPK Syariah yang mencapai Rp4,91 triliun.

Prestasi ini membuat laba setelah pajak UUS meningkat drastis sebesar 15,43 persen menjadi Rp224,62 miliar.

“Kontribusi aset Syariah terhadap induk kini meningkat menjadi 19,31 persen. Ini adalah sinyal kuat bahwa bisnis perbankan syariah Bank Nagari semakin mengakar dan diminati masyarakat,” tambah Gusti.

Baca Juga  Kabar Gembira, Mulai 1 Januari 2026 KA Lembah Anai Kini Layani Rute Kayutanam-Stasiun Padang

Konferensi pers ini dihadiri secara lengkap oleh jajaran Direksi, mulai dari Direktur Keuangan Roni Edrian, Direktur Operasional Zilfa Efrizon, Direktur Kredit & Syariah Hafid Dauli, hingga Direktur Kepatuhan Sukardi.

Turut hadir jajaran Komisaris yang dipimpin oleh Komisaris Utama Andri Yulika, serta Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang dipimpin oleh Prof. Dr. Yasri. (*)