Berita

Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Warga Hilang di Area Perkebunan Pasaman Barat

×

Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Warga Hilang di Area Perkebunan Pasaman Barat

Sebarkan artikel ini
79184dd4 026c 4355 ac47 7c23f290c2dc

ZONAPUBLIS – Seorang warga bernama Yempino Wisman (49), dilaporkan hilang di area perkebunan warga di Banir Tambuk, Jorong Limpato, Nagari Kajai, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang langsung menerjunkan tim penyelamat untuk melakukan pencarian.

Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, mengatakan bahwa pihaknya menerima informasi terkait kejadian tersebut pada Minggu (26/7/2026) pukul 13.40 WIB dari pihak keluarga korban. Mendapatkan laporan tersebut, pihaknya langsung mengerahkan personel dari Pos SAR Pasaman ke lokasi kejadian (Last Known Position / LKP).

Baca Juga  Dinsos Sumbar Kerahkan 605 TAGANA, Dirikan 55 Dapur Umum, dan Salurkan 8,6 Ton Beras untuk Korban Bencana

“Begitu menerima informasi, pada pukul 13.58 WIB kami langsung memberangkatkan sebanyak sembilan personel Rescuer dari Pos SAR Pasaman menuju lokasi kejadian dengan estimasi waktu tempuh sekitar 30 menit perjalanan darat,” ujar Abdul Malik di Padang, Minggu (26/7/2026).

Berdasarkan kronologi kejadian, korban yang sehari-hari akrab disapa Empi berangkat menuju kebunnya pada Sabtu (25/7/2026) seperti aktivitas biasanya. Namun, hingga malam hari korban tak kunjung kembali ke rumah dan tidak dapat dihubungi.

Pihak keluarga bersama warga setempat sempat berupaya melakukan pencarian mandiri di sekitar kebun dan jalur yang biasa dilalui korban, namun korban belum juga ditemukan hingga akhirnya dilaporkan ke pihak SAR.

Baca Juga  Pemda Pasbar Resmi Usulkan Pengangkatan 2.695 Honorer sebagai PPPK Paruh Waktu

Abdul Malik menyebutkan, jarak darat dari Pos SAR Pasaman ke LKP berjarak sekitar 14 kilometer. Dalam operasi pencarian ini, tim SAR mengerahkan sejumlah alut dan palsar, di antaranya satu unit Rescue Car Double Cabin, ambulans, peralatan jungle, drone thermal untuk membantu pemantauan udara, serta alat komunikasi.

“Saat ini tim gabungan bersama masyarakat masih berjibaku di lapangan untuk mencari keberadaan korban. Kami berharap korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat,” pungkas Abdul Malik.