BeritaBreaking News

Tim SAR Gabungan Temukan Pemuda yang Terseret Ombak di Pantai Labuang Baruak, Operasi SAR Resmi Ditutup

×

Tim SAR Gabungan Temukan Pemuda yang Terseret Ombak di Pantai Labuang Baruak, Operasi SAR Resmi Ditutup

Sebarkan artikel ini
305ea8f7 14cc 4db5 86ea 974d51e2b513

ZONAPUBLIS – Operasi pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR) terhadap satu orang korban yang dilaporkan terseret ombak di Pantai Labuang Baruak, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, resmi ditutup, Sabtu (22/8/2026). Penutupan operasi dilakukan setelah tim gabungan berhasil menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Padang, Abdul Malik, mengonfirmasi bahwa korban atas nama Rayhan Eriyandi (21), warga Padang Panjang, ditemukan pada hari keempat pencarian, tepatnya Sabtu pagi pukul 10.50 WIB.

Baca Juga  Hilang Saat Memancing, Warga Padang Pariaman Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai Batang Mangur

“Alhamdulillah, berkat kerja keras tim gabungan, korban berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia (MD) pada koordinat 1°25’24.54″S-100°33’56.49″E, atau sekitar 1 nautical mile (Nm) dari lokasi kejadian awal,” ujar Abdul Malik saat dikonfirmasi.

Abdul Malik menjelaskan, setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi oleh tim gabungan menuju RSUD Dr. Muhammad Zein Painan untuk penanganan lebih lanjut.

“Setelah evakuasi selesai, kami langsung melaksanakan debriefing dengan seluruh unsur yang terlibat pada pukul 11.00 WIB. Mengingat korban telah ditemukan, maka kami mengusulkan penutupan operasi SAR dan mengembalikan seluruh unsur yang terlibat ke satuan masing-masing,” tambahnya.

Baca Juga  Wapres Gibran Temui Mahasiswa di Istana, Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik dan Aspirasi

Sebelumnya, korban dilaporkan terseret ombak saat sedang mandi-mandi di Pantai Labuang Baruak pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 16.45 WIB. Pencarian yang berlangsung selama empat hari tersebut sempat terkendala oleh luasnya area pencarian yang mencapai ± 45,38 Nm².

Dalam operasi ini, tim gabungan mengerahkan berbagai alat utama (Alut) dan peralatan SAR, termasuk KN SAR Yudhistira, rescue car carrier, perahu karet (LCR), serta berbagai peralatan pendukung lainnya.

Adapun unsur yang terlibat dalam operasi kemanusiaan ini terdiri dari personel KN Yudhistira, Unit Siaga Pencarian dan Pertolongan Pesisir Selatan, TNI AL, Polairud, Babinsa Batang Kapas, Polsek Batang Kapas, BPBD Kabupaten Pesisir Selatan, perangkat kecamatan, serta dibantu oleh 50 warga setempat.

Baca Juga  Warga Temukan Jasad Pria Terapung di Danau Singkarak

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh instansi dan masyarakat yang telah bahu-membahu dalam upaya pencarian ini. Dengan ditemukannya korban, maka Operasi SAR kondisi membahayakan manusia ini dinyatakan ditutup,” pungkas Abdul Malik.