Berita

Ucapan “Otak Kamu Ada Nggak” ke Wartawan Dikritik KWP, Benny Harman Sampaikan Permintaan Maaf

×

Ucapan “Otak Kamu Ada Nggak” ke Wartawan Dikritik KWP, Benny Harman Sampaikan Permintaan Maaf

Sebarkan artikel ini
Ucapan “Otak Kamu Ada Nggak” ke Wartawan Dikritik KWP, Benny Harman Sampaikan Permintaan Maaf
Anggota Komisi III DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Benny K Harman

ZONAPUBLIS – Pernyataan anggota Komisi III DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Benny K Harman, kepada seorang wartawan menuai sorotan. Benny sebelumnya melontarkan ucapan bernada keras, termasuk kalimat “otak kamu ada nggak”, ketika menjawab pertanyaan mengenai rencana kehadiran Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) menilai ucapan tersebut tidak semestinya disampaikan kepada wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.

Peristiwa itu terjadi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/8/2026). Saat itu, Benny tengah dimintai keterangan mengenai kemungkinan SBY menghadiri Sidang Tahunan MPR pada 14 Agustus 2026 serta rangkaian upacara peringatan kemerdekaan di Istana.

Dalam keterangannya, Benny menyebut SBY sedang berada di Amerika Serikat untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

“Beliau (SBY) lagi check up di Amerika. Beliau check up di Amerika,” ujar Benny saat ditanya mengenai keberadaan SBY.

Wartawan kemudian menanyakan sampai kapan SBY berada di Amerika. Benny menjawab bahwa SBY diperkirakan berada di sana hingga akhir bulan.

Baca Juga  Momen Nataru, Harga Telur Ayam Rp65.000,-/ Tikar

Pertanyaan berikutnya diarahkan untuk memastikan apakah kondisi tersebut berarti SBY tidak akan menghadiri agenda kenegaraan pada 17 Agustus.

Benny kemudian menjelaskan bahwa jika SBY masih berada di Amerika hingga akhir bulan, maka kehadirannya di Indonesia untuk mengikuti agenda tersebut tentu tidak memungkinkan.

Namun, wartawan kembali mengajukan pertanyaan untuk memastikan apakah SBY juga tidak akan menghadiri Sidang Tahunan MPR.

Merasa pertanyaannya sudah dijawab sebelumnya, Benny memberikan respons dengan nada kesal.

“Woi, kau otak kamu ada nggak. Saya jelaskan gitu kok,” ujar Benny.

Ucapan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari Koordinatoriat Wartawan Parlemen.

Wakil Ketua KWP Erwin Siregar menyayangkan pernyataan Benny. Menurutnya, wartawan memiliki kewajiban melakukan konfirmasi untuk memastikan informasi yang diperoleh benar dan tidak menimbulkan kesalahan dalam pemberitaan.

“Kami menyayangkan dan mengecam pernyataan yang merendahkan dari Pak Benny K Harman,” kata Erwin.

Baca Juga  Polisi Perketat Jalur Menuju Jakarta, Tol Merak-Tangerang Disiapkan untuk Antisipasi Massa Demo dari Pulau Sumatera

Ia menilai pertanyaan lanjutan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pekerjaan jurnalistik. Menurutnya, wartawan dapat kembali bertanya apabila informasi yang diberikan narasumber masih perlu diperjelas.

Erwin juga menegaskan bahwa pertanyaan ulang tidak otomatis menunjukkan wartawan tidak memahami jawaban sebelumnya. Konfirmasi diperlukan agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar akurat.

“Seharusnya bisa dijawab baik-baik karena media bertanya juga secara baik-baik. Apabila media bertanya secara berulang, itu memang perlu untuk konfirmasi ulang,” ujarnya.

KWP kemudian meminta Benny menyampaikan permintaan maaf, baik kepada wartawan yang bersangkutan maupun kepada masyarakat.

Erwin bahkan menyebut KWP mempertimbangkan untuk membawa persoalan tersebut ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) apabila tidak ada permintaan maaf.

Tidak lama setelah pernyataan tersebut menjadi sorotan, Benny akhirnya memberikan klarifikasi.

Benny menjelaskan bahwa dirinya merasa pertanyaan mengenai kehadiran SBY kembali diajukan meski sebelumnya telah memberikan penjelasan mengenai keberadaan SBY di Amerika hingga akhir bulan.

Baca Juga  Ade Rezki Pratama Salurkan Ribuan Paket Sembako untuk Korban Bencana di Sumatera Barat

Ia mengakui ucapannya dapat menyinggung perasaan wartawan.

“Tadi teman-teman tanya lagi, berarti Bapak Presiden ke-6 Bapak SBY apakah hadir atau tidak hadir, kalau beliau sampai di sana akhir bulan ya otomatislah beliau nggak bisa hadir,” kata Benny.

Benny kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada wartawan yang merasa tersinggung dengan ucapannya.

“Jadi saya mohon maaf kalau tadi merasa tersinggung,” ujarnya.

Benny juga menegaskan bahwa pernyataan tersebut, menurutnya, tidak dimaksudkan untuk menjadi persoalan lain di luar konteks perdebatan mengenai pertanyaan yang disampaikan wartawan.

Kasus ini kembali menunjukkan pentingnya komunikasi yang baik antara pejabat publik dan wartawan dalam proses peliputan. Di satu sisi, wartawan memiliki tanggung jawab melakukan konfirmasi dan pendalaman informasi. Di sisi lain, narasumber juga memiliki ruang untuk meminta pertanyaan diperjelas tanpa menggunakan ungkapan yang dapat dianggap merendahkan profesi atau pribadi seseorang. (red)