ZONAPUBLIS – Suasana Ramadan di Hunian Sementara (Huntara) Kampung Limau Hantu, Nagari Puluik-Puluik, terasa berbeda pada Selasa (24/2/2026). Wakapolda Sumatera Barat, Brigjen Pol Solihin, hadir langsung di tengah warga terdampak bencana untuk melaksanakan buka puasa bersama.
Kehadiran jajaran Polda Sumbar ini merupakan bentuk empati nyata terhadap masyarakat yang masih bertahan di pengungsian pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Kecamatan IV Nagari Bayang Utara akhir tahun lalu.
Dalam sambutannya, Brigjen Pol Solihin menekankan bahwa kehadirannya bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud solidaritas Polri sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Sumatera Barat.
“Ujian ini memang tidak mudah. Namun, di balik ini semua, kita melihat semangat kebersamaan yang luar biasa. Ramadan harus menjadi penguat bagi kita untuk bangkit bersama,” ujar Brigjen Pol Solihin di hadapan warga Huntara.
Wakapolda juga mengapresiasi keteguhan masyarakat yang tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban (Kamtibmas) tetap kondusif meski dalam kondisi sulit. Sebagai bentuk dukungan moril, ia menyerahkan bantuan sembako secara simbolis kepada para pengungsi.
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menambahkan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari komitmen Polri untuk mengawal proses pemulihan sosial dan ekonomi warga.
“Buka bersama di huntara ini bukan hanya soal berbagi hidangan, tapi berbagi semangat dan harapan. Kami ingin masyarakat tahu bahwa Polri selalu ada dan siap mendukung proses pemulihan hingga tuntas,” tegas Kombes Pol Susmelawati.
Kegiatan yang dimulai pukul 18.00 WIB tersebut berlangsung khidmat dan sederhana. Wakapolda tampak didampingi oleh sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Sumbar, antara lain Karo SDM, Dirlantas & Dirsamapta, Dansat Brimob, Kabidkeu dan Kapolres Pesisir Selatan.
Menjelang azan Magrib, suasana kehangatan menyelimuti lokasi. Di bawah atap huntara yang terbatas, para pejabat kepolisian dan warga duduk bersimpuh, menikmati hidangan berbuka dalam kesetaraan dan kebersamaan, membuktikan bahwa harapan tetap menyala meski di tengah masa sulit.














