Kesehatan

WARNING – KANKER: Nugget dan Sosis yang Sering Dimakan Anak Bisa Berdampak 20 Tahun Mendatang

×

WARNING – KANKER: Nugget dan Sosis yang Sering Dimakan Anak Bisa Berdampak 20 Tahun Mendatang

Sebarkan artikel ini
IMG 20260211 WA0000

ZONAPUBLIS- Makanan instan olahan daging seperti nugget, sosis, dan kornet yang kerap dikonsumsi anak-anak disebut berpotensi meningkatkan risiko kanker dalam jangka panjang.

Kemungkinan dampaknya bisa muncul 5 hingga 20 tahun ke depan. Gaya hidup serba cepat, nugget dan sosis menjadi solusi praktis yang dianggap aman.

Karena rasanya yang disukai anak-anak, mudah disajikan, dan ditemukan serta harganya yang terjangkau.

Namun, kebiasaan ini justru perlahan membentuk pola makan yang berisiko, terutama jika dikonsumsi secara rutin sejak usia dini.

Baca Juga  Teh vs Kopi: Mana yang Lebih Sehat untuk Memulai Pagi?

Sebagian besar faktor risiko kanker diketahui berasal dari lingkungan, termasuk pola makan.

Makanan instan olahan daging tergolong Ultra Processed Food (UPF), yakni makanan yang melalui proses panjang dan mengandung bahan tambahan seperti pengawet, perasa buatan, serta zat kimia tertentu.

Dilansir dari akun TikTok Ibupedia, Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, mengungkapkan bahwa daging olahan menggunakan nitrat dan nitrit sebagai bahan pengawet, yang berperan dalam meningkatkan risiko kanker.

“Sekarang ada sosis siap makan, kan? Siap-siap kanker saja 20 tahun lagi, terutama anak-anak. Ketika ada tulisan Ultra Processed Food (UPF) di bungkusnya, itu hal yang dapat memicu kanker,” ujar dr. Aru.

Baca Juga  Pemerintah Targetkan Renovasi dan Pembangunan 10 Ribu Puskesmas serta 441 RSUD

Menurutnya, risiko tersebut tidak muncul secara instan.

Efek konsumsi makanan ultra-proses baru terasa bertahun-tahun kemudian, sehingga anak-anak menjadi kelompok paling rentan karena paparan terjadi sejak usia dini.

Banyak orang tua tanpa sadar memberikan makanan instan olahan daging demi kepraktisan, tanpa mengetahui proses pembuatan dan kandungan di dalamnya.

Padahal, apa yang dikonsumsi anak hari ini dapat menentukan kondisi kesehatannya di masa depan.