ZONAPUBLIS – Rendang telah lama menjadi duta kuliner Indonesia di mata dunia. Dengan cita rasa kaya rempah dan proses memasak yang panjang, rendang bahkan dinobatkan sebagai makanan terenak versi CNN Travel.
Namun, kekayaan kuliner Minangkabau tak berhenti di sana. Di balik popularitas rendang, tersimpan beragam hidangan lain yang tak kalah menggoda dan mulai mencuri perhatian dunia.
Salah satunya adalah sate Padang, sajian khas yang unik dengan kuah kental berwarna kuning atau merah.
Daging sapi yang direbus lama hingga empuk kemudian dibakar dan disiram kuah berbumbu kuat berbasis tepung beras dan rempah. Tiga varian utamanya—Sate Padang Panjang, Sate Pariaman, dan Sate Padang Kota—menawarkan sensasi rasa yang berbeda, dari pedas menyengat hingga gurih berempah.
Kemudian ada dendeng balado, irisan tipis daging sapi yang digoreng kering lalu disiram sambal balado merah menyala. Kombinasi tekstur renyah dan rasa pedas gurih membuatnya menjadi favorit di banyak rumah makan Padang, termasuk yang tersebar di Malaysia, Belanda, hingga Amerika Serikat. Tak sedikit wisatawan asing yang menjadikan dendeng balado sebagai oleh-oleh khas Indonesia.
Tak kalah menggoda adalah gulai gajebo atau sandung lamur, yang menggunakan bagian punuk sapi yang kaya lemak. Dimasak dalam kuah gulai kental berbumbu santan dan cabai, gulai ini menyajikan perpaduan rasa gurih, pedas, dan legit yang memanjakan lidah.
Di kalangan penikmat kuliner, gulai gajebo disebut sebagai comfort food khas Minang yang layak diperkenalkan lebih luas.
Selain itu, ikan balado, ayam pop, dan gulai tunjang juga mulai mendapat tempat di hati para penikmat kuliner internasional. Keberadaan rumah makan Padang di berbagai negara menjadi jembatan penting dalam memperkenalkan kekayaan rasa Minangkabau ke dunia.
Tak hanya karena rasanya yang lezat, tetapi juga karena filosofi di balik setiap hidangan yang mencerminkan kearifan lokal dan budaya gotong royong.
Dengan semakin banyaknya diaspora Minang yang membuka usaha kuliner di luar negeri, peluang untuk memperkenalkan lebih banyak makanan khas Minang ke panggung global pun semakin terbuka lebar. Kini saatnya dunia tahu: rendang bukan satu-satunya bintang dari ranah Minang.














