Kuliner

Mengenal Sisi Lain Kuliner Minangkabau yang Tak Kalah Lezat dari Rendang

×

Mengenal Sisi Lain Kuliner Minangkabau yang Tak Kalah Lezat dari Rendang

Sebarkan artikel ini
a3621941 f45a 4aa8 9a53 6dd7cf498a10

ZONAPUBLIS – Rendang telah lama menjadi duta kuliner Indonesia di mata dunia. Dengan cita rasa kaya rempah dan proses memasak yang panjang, rendang bahkan dinobatkan sebagai makanan terenak versi CNN Travel.

Namun, kekayaan kuliner Minangkabau tak berhenti di sana. Di balik popularitas rendang, tersimpan beragam hidangan lain yang tak kalah menggoda dan mulai mencuri perhatian dunia.

Salah satunya adalah sate Padang, sajian khas yang unik dengan kuah kental berwarna kuning atau merah.

Daging sapi yang direbus lama hingga empuk kemudian dibakar dan disiram kuah berbumbu kuat berbasis tepung beras dan rempah. Tiga varian utamanya—Sate Padang Panjang, Sate Pariaman, dan Sate Padang Kota—menawarkan sensasi rasa yang berbeda, dari pedas menyengat hingga gurih berempah.

Baca Juga  Ketoprak Mulai Menjadi Pilihan Sarapan

Kemudian ada dendeng balado, irisan tipis daging sapi yang digoreng kering lalu disiram sambal balado merah menyala. Kombinasi tekstur renyah dan rasa pedas gurih membuatnya menjadi favorit di banyak rumah makan Padang, termasuk yang tersebar di Malaysia, Belanda, hingga Amerika Serikat. Tak sedikit wisatawan asing yang menjadikan dendeng balado sebagai oleh-oleh khas Indonesia.

Tak kalah menggoda adalah gulai gajebo atau sandung lamur, yang menggunakan bagian punuk sapi yang kaya lemak. Dimasak dalam kuah gulai kental berbumbu santan dan cabai, gulai ini menyajikan perpaduan rasa gurih, pedas, dan legit yang memanjakan lidah.

Baca Juga  Jajanan Tradisional Tetap Primadona di Tengah Gempuran Produk Instan Modern

Di kalangan penikmat kuliner, gulai gajebo disebut sebagai comfort food khas Minang yang layak diperkenalkan lebih luas.

Selain itu, ikan balado, ayam pop, dan gulai tunjang juga mulai mendapat tempat di hati para penikmat kuliner internasional. Keberadaan rumah makan Padang di berbagai negara menjadi jembatan penting dalam memperkenalkan kekayaan rasa Minangkabau ke dunia.

Tak hanya karena rasanya yang lezat, tetapi juga karena filosofi di balik setiap hidangan yang mencerminkan kearifan lokal dan budaya gotong royong.

Baca Juga  Molly Tea Buka Gerai Pertama di Medan, Tandai Ekspansi Perdana di Luar Pulau Jawa

Dengan semakin banyaknya diaspora Minang yang membuka usaha kuliner di luar negeri, peluang untuk memperkenalkan lebih banyak makanan khas Minang ke panggung global pun semakin terbuka lebar. Kini saatnya dunia tahu: rendang bukan satu-satunya bintang dari ranah Minang.