Peristiwa

Jalur Trans Flores Ende–Bajawa Kembali Terbuka Usai Tertimbun Longsor

×

Jalur Trans Flores Ende–Bajawa Kembali Terbuka Usai Tertimbun Longsor

Sebarkan artikel ini
IMG 20260820 WA0004 1

ZONAPUBLIS- Jalur Trans Flores Ende–Bajawa di KM 4+350 kembali terbuka setelah tertimbun material longsor akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).

Longsor terjadi di salah satu jalur strategis yang menghubungkan Kabupaten Ende dan Nagekeo. Material berupa tanah berpasir dan bebatuan dengan ketinggian hampir 30 meter menutupi seluruh badan jalan hingga sempat melumpuhkan akses transportasi di kawasan tersebut.

Merespons kondisi tersebut, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR langsung melakukan penanganan dengan mengerahkan tiga unit alat berat jenis ekskavator.

Pada hari pertama penanganan, sebagian jalur berhasil dibuka meski baru dapat dilalui kendaraan roda dua secara terbatas. Dua hari kemudian, proses pembersihan secara bertahap memungkinkan kendaraan roda empat dan lebih melintas dengan sistem buka-tutup serta kecepatan terbatas.

Baca Juga  Bocah 11 Tahun Hanyut saat Berenang di Sungai Batang Anai Ditemukan Meninggal Dunia

Berdasarkan pemantauan Tim Bidang Komunikasi Kebencanaan BNPB pada Kamis (20/8), seluruh badan jalan kini telah terbuka dan arus transportasi mulai kembali normal.

Meski demikian, proses penanganan belum sepenuhnya selesai. Sebagian material longsoran masih berada di lereng atas tebing sehingga berpotensi menimbulkan longsor susulan.

Waspadai Gempa Susulan

Petugas masih melanjutkan pembersihan sisa material dengan mengutamakan keselamatan. Pasalnya, gempa susulan yang masih terjadi dapat memicu runtuhan material dari tebing ke badan jalan.

Sesuai prosedur keselamatan, pengoperasian alat berat harus dihentikan sementara setiap kali terjadi guncangan.

Baca Juga  1,8 Ton Rendang Sumbar Siap Dikirim ke NTT, Antusias Warga Lampaui Target

Hal tersebut kembali terjadi pada Kamis siang ketika gempa susulan berkekuatan M 6,0 mengguncang wilayah tersebut selama sekitar 10 detik. Seluruh aktivitas pengerjaan langsung dihentikan untuk memastikan keselamatan para petugas di lapangan.

Selain menyebabkan longsor, material yang menutupi jalan sebelumnya juga sempat menimpa jalur kabel serat optik dan mengganggu jaringan komunikasi di koridor Ende–Nagekeo.

Namun, melalui koordinasi lintas sektor, gangguan jaringan telekomunikasi tersebut kini telah dipulihkan secara bertahap.

Setelah akses jalan dan jaringan komunikasi mulai kembali normal, fokus penanganan selanjutnya diarahkan pada upaya antisipasi longsor susulan.

Baca Juga  HUT ke-81 RI, Lapas Perempuan Padang Galang Donasi untuk Korban Bencana NTT

Tim teknis akan melakukan penguatan struktur tebing serta memetakan kebutuhan revitalisasi infrastruktur untuk meningkatkan ketahanan jalur tersebut terhadap potensi bencana di masa mendatang.

Kembali terbukanya Jalur Trans Flores Ende–Bajawa menjadi langkah penting dalam memulihkan konektivitas darat sekaligus aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Jalur tersebut merupakan akses vital bagi mobilitas warga, distribusi logistik, serta kegiatan perekonomian dan pariwisata di wilayah Flores.

Sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, petugas teknis, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat pemulihan sekaligus memastikan konektivitas Flores tetap terjaga pascabencana.