Peristiwa

BMKG: Cuaca Ekstrem Masih Ancam Sumbar Pasca Ex-Siklon Tropis Senyar, Warga Diminta Tetap Waspada

×

BMKG: Cuaca Ekstrem Masih Ancam Sumbar Pasca Ex-Siklon Tropis Senyar, Warga Diminta Tetap Waspada

Sebarkan artikel ini
1443708 720
Gambaran Siklon Senyar dan Koto beberapa hari yang lalu terjadi di wilayah Indonesia. BMKG Minangkabau menyatakan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di Sumatera Barat pasca Ex-Siklon Tropis Senyar. (Istimewa)

ZONAPUBLIS — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Minangkabau kembali memperingatkan masyarakat bahwa potensi cuaca ekstrem di Sumatera Barat masih tinggi, meskipun Ex-Siklon Tropis Senyar kini telah melemah dan bergerak menjauhi wilayah Indonesia.

Cuaca ekstrem tersebut masih dipicu oleh dinamika atmosfer yang aktif selama puncak musim hujan.

Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau, Desindra Deddy Kurniawan, mengatakan bahwa pengaruh tidak langsung Ex-Siklon Tropis Senyar sebelumnya telah meningkatkan curah hujan yang menyebabkan bencana hidrometeorologi di banyak daerah di Sumatera Barat.

“Walaupun Ex-Siklon Tropis Senyar sudah menjauh, dinamika atmosfer di Sumbar masih aktif dan memicu pertumbuhan awan hujan. Kita masih berada pada puncak musim hujan, sehingga potensi cuaca ekstrem tetap perlu diwaspadai,” ujar Desindra, Minggu (30/11/2025).

Baca Juga  Kecelakaan Truk CPO di Sitinjau Laut, Tumpahan Minyak Ganggu Arus Lalu Lintas

BMKG menjelaskan bahwa faktor atmosfer seperti Indian Ocean Dipole (IOD), suhu muka laut (SST) yang hangat, serta konvergensi angin masih memperkuat potensi hujan intensitas sedang hingga sangat lebat dalam beberapa hari ke depan.

Curah hujan tinggi yang terjadi dalam sepekan terakhir telah mengakibatkan bencana di berbagai wilayah Sumbar.

Sejumlah kabupaten dan kota terdampak antara lain Padang Panjang dan Lembah Anai terjadiql galodo besar hingga memutus akses jalan nasional.

Di Kota Padang banjir dan longsor di Lubuk Minturun, Belimbing, Batu Busuk dan sejumlah titik lain.

Baca Juga  Gempa Susulan Flores Capai 9.488 Kali, Magnitudo Terbesar 6,2

Tanah Datar dan Limapuluh Kota terjadi longsor dan luapan sungai di berbagai daerah.

Pesisir Selatan, Solok, Solok Selatan terjadi banjir besar dan aliran material longsoran.

Pasaman Barat, Pasaman, Kabupaten Agam dan Padang Pariaman terjadi banjir hingga menimbulkan korban jiwa.

Dampak tersebut menyebabkan ribuan warga mengungsi, kerusakan rumah dan fasilitas publik, serta terhambatnya transportasi di jalur utama seperti Padang–Bukittinggi, Padang–Solok, dan Padang–Pesisir Selatan.

BMKG Minangkabau mengeluarkan beberapa imbauan penting. Yaitu, tetap waspada terhadap potensi hujan lebat, petir, angin kencang, dan banjir bandang hingga akhir tahun.

Memperhatikan kondisi lingkungan, terutama bagi warga di lereng bukit dan bantaran sungai.

Masyarakat di posko pengungsian di 16 kabupaten dan kota yang terdampak disarankan untuk kembali ke rumah secara bertahap jika sudah dinyatakan aman oleh petugas.

Baca Juga  Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Bengkulu

Selalu cek informasi cuaca terkini sebelum beraktivitas di luar rumah. Segera cari lokasi aman jika hujan turun deras dalam durasi lama.

“Kenali titik rawan bencana di lingkungan masing-masing dan ikuti arahan petugas di lapangan. Kesiapsiagaan dapat menyelamatkan banyak nyawa,” katanya.

BMKG menyediakan pembaruan dan peringatan dini melalui kanal resmi melalui Instagram: @bmkgminangkabau, Aplikasi InfoBMKG (Android/iOS) dan WhatsApp layanan informasi: 081268125907.

BMKG mengajak masyarakat hanya mengikuti informasi resmi untuk menghindari hoaks terkait kondisi cuaca dan potensi bencana.