Berita

Fadli Zon Tinjau Batu Busuk, Salurkan Bantuan dan Tekankan Pemulihan Warga Pascabanjir

×

Fadli Zon Tinjau Batu Busuk, Salurkan Bantuan dan Tekankan Pemulihan Warga Pascabanjir

Sebarkan artikel ini
IMG 20251224 140652

ZONAPUBLIS – Pemerintah pusat kembali menunjukkan perhatian terhadap warga Kota Padang yang terdampak bencana banjir bandang. Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, turun langsung ke kawasan Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Rabu (24/12/2025), guna menyerahkan bantuan sekaligus meninjau kondisi masyarakat pascabencana.

Kehadiran Menteri Kebudayaan didampingi Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah lanjutan pemerintah dalam mendampingi masyarakat yang kini memasuki fase transisi setelah masa tanggap darurat berakhir.

Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga terdampak. Bantuan yang disalurkan Kementerian Kebudayaan RI meliputi paket kebutuhan pokok dan peralatan dapur untuk membantu aktivitas rumah tangga masyarakat.

Menurut Fadli, fokus pemerintah saat ini adalah memastikan kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi agar kehidupan sosial masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Baca Juga  Kapolres Dharmasraya Sambut Kedatangan Perdana Bus Gratis Pulang Basamo 2026

Ia menegaskan bahwa pemulihan tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan.

“Kita sudah masuk masa transisi. Yang menjadi perhatian utama adalah bagaimana masyarakat bisa kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan layak, terutama terkait kebutuhan dasar,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pendistribusian bantuan dilakukan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan yang berada di wilayah Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara, dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak.

Selain pemerintah, keterlibatan relawan dan berbagai elemen masyarakat juga menjadi kekuatan utama dalam penanganan bencana.

Fadli menilai, semangat gotong royong yang ditunjukkan para relawan merupakan cerminan kuatnya nilai budaya bangsa Indonesia. Dalam kondisi darurat, solidaritas sosial dinilai menjadi modal penting dalam proses pemulihan.

“Relawan budaya ikut turun membantu masyarakat. Ini menunjukkan bahwa gotong royong masih hidup dan menjadi kekuatan besar saat menghadapi bencana,” katanya.

Selain memperhatikan kondisi warga, Menteri Kebudayaan juga menyoroti dampak bencana terhadap kawasan dan situs budaya.

Baca Juga  Remaja Hanyut di Sungai Liku Pesisir Selatan, Tim SAR Lakukan Pencarian

Ia menyebutkan bahwa relawan budaya memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan aktivitas kebudayaan di wilayah terdampak.

“Kita juga melihat dampak terhadap kawasan budaya. Nantinya akan dilakukan kajian lebih lanjut sebelum menentukan langkah penanganan berikutnya,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Kebudayaan beserta rombongan.

Ia menilai perhatian pemerintah pusat memberikan dorongan moral bagi masyarakat Kota Padang yang tengah berupaya bangkit dari bencana.

“Atas nama Pemerintah Kota Padang dan masyarakat terdampak, kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan bantuan yang diberikan,” ucap Maigus.

Ia juga berharap perhatian pemerintah pusat dapat terus berlanjut, terutama dalam mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Meski bencana banjir bandang dan longsor tidak ditetapkan sebagai bencana nasional, Maigus menilai respons pemerintah pusat sangat cepat dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Baca Juga  Kapolda Sumbar Pastikan Proses Hukum Kasus Nenek Saudah

Saat ini, Pemerintah Kota Padang tengah menyiapkan pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak. Lebih dari separuh warga disebut telah mampu mandiri, sementara sisanya masih menempati lokasi relokasi sementara dengan dukungan pemerintah pusat melalui BNPB dan kementerian terkait.

Maigus mengungkapkan, total kerugian akibat bencana di Kota Padang diperkirakan mencapai Rp1,3 triliun. Kerusakan infrastruktur tercatat lebih dari Rp830 miliar, sementara kerusakan rumah warga serta fasilitas umum seperti sekolah dan rumah ibadah diperkirakan mencapai sekitar Rp350 miliar.

Usai penyerahan bantuan, Menteri Kebudayaan bersama rombongan meninjau aliran Sungai Batu Busuk yang meluap saat banjir bandang terjadi.

Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan ke sejumlah lokasi terdampak lainnya, termasuk kawasan Lembah Anai, untuk melihat langsung kondisi jalur kereta api bergerigi yang terdampak bencana alam.