BeritaPeristiwa

Kemunculan Beruang Madu di Nagari Sinuruik Pasbar, BKSDA Sumbar Pasang Kandang Jebak

×

Kemunculan Beruang Madu di Nagari Sinuruik Pasbar, BKSDA Sumbar Pasang Kandang Jebak

Sebarkan artikel ini
95c25e3f 7a52 48f4 a07c 970bdf87aa97

ZONAPUBLIS – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) memasang kandang jebak untuk mengevakuasi beruang madu yang muncul di Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat.

Langkah ini diambil setelah upaya penghalauan secara mandiri dan non-letal sejak Sabtu (14/2) belum membuahkan hasil maksimal. Interaksi negatif antara satwa dilindungi tersebut dengan penduduk setempat dilaporkan masih terus terjadi.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Sumbar, Antonius Vevri, mengonfirmasi bahwa tim gabungan bersama Centre for Orangutan Protection (COP) telah berada di lokasi untuk melakukan serangkaian tindakan mitigasi.

Baca Juga  RSUP M Djamil Padang Pastikan Layanan Kesehatan Tetap Berjalan Selama Libur Lebaran

“Kondisi saat ini di lokasi kejadian berangsur kondusif. Namun, karena interaksi masih terjadi, hari ini tim mulai melakukan pemasangan kandang jebak di titik-titik rawan sebagai upaya evakuasi,” ujar Antonius dalam keterangan resminya, Senin, (16/2/2026).

Selain pemasangan jebakan, tim gabungan juga melakukan patroli rutin untuk memantau pergerakan satwa di perbatasan pemukiman, penghalauan berkelanjutan guna menggiring beruang kembali ke habitatnya serta sosialisasi langsung kepada warga mengenai prosedur keamanan saat bertemu satwa liar.

Meskipun situasi diklaim mulai terkendali, BKSDA meminta masyarakat Nagari Sinuruik untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di area perkebunan yang berbatasan langsung dengan hutan.

Baca Juga  Pengkab PBSI Pasaman Barat Periode 2025–2029 Resmi Dilantik

Warga dilarang pergi ke kebun sendirian dan diminta segera melapor ke perangkat nagari jika menemukan tanda-tanda keberadaan satwa. Hingga saat ini, tim BKSDA masih bersiaga di lapangan guna memastikan keamanan warga serta keselamatan satwa tersebut.