ZONAPUBLIS – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 H, Masjid Agung Syekh Burhanuddin di Nagari Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, mulai dipadati ribuan peziarah.
Pada Kamis (29/1/2026), jamaah dari berbagai penjuru daerah tampak memenuhi kawasan makam ulama besar tersebut sebagai bagian dari tradisi spiritual tahunan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, area masjid didominasi oleh peziarah perempuan yang mengenakan mukena putih. Kehadiran mereka merupakan rangkaian lanjutan setelah menyelesaikan ibadah “Sembahyang 40” yang dilakukan di masjid atau mushalla di daerah asal masing-masing.
Fenomena religi ini tidak hanya menarik minat warga lokal Sumatera Barat. Salah seorang peziarah, Jasmani, menyebutkan bahwa rombongan yang datang berasal dari lintas provinsi bahkan hingga luar negeri.
“Ada yang dari Bengkulu, Jambi, dan Medan. Bahkan ada juga rombongan yang datang jauh-jauh dari Malaysia,” ujar Jasmani saat ditemui di lokasi, Kamis (29/1).
Jasmani hadir bersama rombongan kecil berjumlah 12 orang, termasuk rekannya Murniati dan Katini. Menurutnya, beberapa peziarah bahkan sudah menetap di sekitar lokasi sejak seminggu yang lalu untuk memantapkan persiapan batin menyambut bulan puasa.
Antusiasme jamaah terlihat dari deretan kendaraan yang memadati area parkir. Peziarah asal Padang, Pariaman, dan wilayah terdekat seperti Sungai Geringgiang umumnya menggunakan sepeda motor.
Sementara itu, jamaah dari luar kota dan luar provinsi mayoritas datang menggunakan bus pariwisata sewaan.
“Kalau yang dekat-dekat sini biasanya pakai motor. Tapi kalau rombongan dari jauh, mereka rata-rata sewa bus atau mobil,” tambah Jasmani.
Tradisi ziarah ke makam Syekh Burhanuddin ini tetap menjadi simbol kentalnya nilai-nilai spiritualitas masyarakat dalam menyambut Ramadan.
Selain sebagai bentuk penghormatan kepada sang ulama pembawa Islam ke Minangkabau, kegiatan ini diyakini sebagai sarana pembersihan diri dan penguatan niat sebelum memasuki bulan Ramadan.














