ZONAPUBLIS – Aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) di Sumatera Barat di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar, Jumat (10/7/2026), berujung ricuh. Massa aksi terlibat aksi saling dorong dengan aparat kepolisian, membakar ban bekas, serta merusak sejumlah fasilitas di lingkungan kantor Kejati Sumbar.
Aksi yang semula berlangsung sebagai penyampaian aspirasi memanas ketika massa berupaya memasuki area kantor Kejati. Aparat kepolisian yang melakukan pengamanan berusaha menghalau massa sehingga terjadi aksi saling dorong.
Koordinator aksi, Zikri, mengatakan demonstrasi tersebut digelar sebagai bentuk tuntutan agar aparat penegak hukum menjalankan proses hukum secara adil dan transparan terhadap berbagai dugaan perkara yang menjadi perhatian mereka.
“Kami datang untuk menyampaikan aspirasi dan meminta penegakan hukum dilakukan tanpa pandang bulu. Harapan kami, seluruh tuntutan yang kami sampaikan dapat ditindaklanjuti secara serius oleh aparat penegak hukum,” kata Zikri.
Dalam aksinya, massa membawa sejumlah tuntutan, di antaranya mendesak aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran yang mereka soroti, mendorong reformasi di institusi kejaksaan, menghapus imunitas bagi aparat kejaksaan, serta meminta penegakan hukum dalam kasus dugaan korupsi di Kampus UIN Imam Bonjol.
Selain berorasi, massa juga membakar ban bekas di depan pintu masuk kantor Kejati Sumbar. Situasi kemudian memanas hingga terjadi aksi perusakan terhadap sejumlah fasilitas kantor. Aparat kepolisian yang berjaga langsung berupaya mengendalikan massa agar kericuhan tidak meluas.
Hingga aksi berakhir, petugas keamanan masih bersiaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya aksi lanjutan.














